Pegiat lintas agama dari Pelita dan Gusdurian Semarang; Dewi Praswida

Pegiat lintas agama dari Pelita dan Gusdurian Semarang; Dewi Praswida

Dewi Sesalkan Masih Ada Oknum yang Ajak Tak Beri Ucapan Selamat Natal

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:59 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Setiap jelang perayaan Natal kalangan umat nasrani, kerap kali muncul ajakan yang bersifat negatif dari kalangan agama tertentu yang tidak perlu memberikan ucapan "Selamat Natal". Ada kalangan tertentu yang menganggap, dengan memberikan ucapan tersebut, mereka yang bukan nasrani seolah olah mengimani Yesus Kristus dan serta merta langsung menjadi umat nasrani. 

Hal tersebut diungkapkan aktivis lintas agama dari Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang; Dewi Praswida. 

"Sering banget saya dengar ada ajakan agar nggak beri ucapan. Baru kemarin beberapa hari lalu juga banyak bersliweran di media sosial terkait hal itu. Tapi tahun ini ajakan itu nggak terlalu kencang kayak tahun lalu," kata Dewi saat berbicang dengan tim KUASAKATACOM, melalui sambungan telepon, Kamis (24/12/2020) pagi. 

BERITA TERKAIT:
Dewi Sesalkan Masih Ada Oknum yang Ajak Tak Beri Ucapan Selamat Natal

Ia mengungkapkan belum lama ini dirinya menemukan ujaran dari salah satu ustadz yang menyebut Ucapan Selamat Natal lebih berbahaya ketimbang mengucapkan selamat berzina. Menurutnya hal itu adalah sebuah keanehan. 

"Natal itu kan seperti ucapan selamat ulang tahun. Seperti Maulid kalau di Islam. Lha ini kok Selamat berzina malah diselamati. Ini sesuatu yang nggak nyambung. Tapi itu ada pengikutnya," ucap dia yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Dia membeberkan, dalam beberapa hari terakhir ini pun sempat menemukan ujaran ujaran yang mengharamkan memberi Ucapan Selamat Natal. Salah satunya datang dari teman semasa sekolahnya. 

"Dari status media sosial orang, khususnya temenku sendiri pun ada beberapa yang seperti itu," imbuhnya. 

"Kalau secara nyata, mungkin teman teman nasrani lebih tau terkait hal itu," sambungnya. 

Dewi pun sangat menyesalkan hal itu. Terlebih lagi ada yang beranggapan jika menberi Ucapan Selamat Natal seolah olah warga non Nasrani itu mengimani Yesus Kristus dan beranggapan langsung jadi umat nasrani. Padahal, dia paham betul menjadi seorang nasrani tidaklah mudah. Ada proses yang harus dilalui hingga bisa menjadi warga nasrani. Proses tersebut katekisasi yang merupakan masa persiapan menjadi warga nasrani sebelum dibaptis. 

"Betapa bersedihnya yang telah merumuskan itu kalau sebatasa mengucapkan selamat natal lalu otomatis jadi nasrani," ungkap Dewi yang pernah bertemu dengan pimpinan gereja katolik roma Paus Fransiskus pada tahun 2019 lalu. 

Dewi sendiri mengaku pernah memberi pemahaman atau teguran halus kepada seseorang yang dikenalnya yang pernah mengajak agar tak memberi Ucapan Selamat Natal. Namun apesnya, teguran halusnya tak diindahkan oleh orang yang ia tegur. 

"Pernah saya menegur (seseorang terkait ajakan tidak memberi ucapan). Tapi ujung ujungnya saya dituduh yang kafir lah dan lain sebagainya," tandas Dewi. 
 


tags: #dewi sesalkan masih ada #oknum yang ajak tak beri #ucapan selamat natal

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI