Petani Brebes Terpaksa Jual Bawang Meski Harga Anjlok
Dinas Pertanian meminta para petani untuk menunda jual hasil panennya dengan menyimpan di gudang.
Kamis, 07 Januari 2021 | 08:40 WIB - Ekonomi
Penulis:
. Editor: Fauzi
KUASAKATACOM, Brebes - Kendati harga anjlok, sejumlah petani di Kabupaten Brebes terpaksa menjual hasil panen bawang merah dengan harga murah. Hal itu dilakukan karena terdesak kebutuhan. Salah seorang petani di Kelurahan Limbangan Kulon Warni mengaku terpaksa menjual hasil panennya dengan harga murah karena terdesak kebutuhan. Rencananya, dirinya akan menjual hasil panennya tersebut di Pasar Sengon Kecamatan Tanjung.
"Penurunan harga ini terjadi kurang lebih sudah satu setengah bulan. Mulai dari harga Rp20 ribu dan kini turun menjadi Rp10 ribu per kilo" ujar Warni, Rabu (6/1).
BERITA TERKAIT:
Kapolres Brebes Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pelayanan 2026
Polres Brebes Gelar Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun 2025
Wujud Nyata Dukungan, RS Dera As-Syifa Brebes Salurkan Makanan dan Minuman Bagi Petugas Pos Pengamanan Nataru
Peringati Hari Ibu, TP PKK Brebes Bareng KPS Masjaka Kerja Bakti Bersihkan Kali Sigeleng
DEWA 19 Feat Marcello Virzha Siap Getarkan Brebes dalam Konser Akbar Naragigs 2025
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes Tanti Palupi menyebut saat ini harga bawang merah di tingkat petani memang mengalami penurunan harga sejak bulan November 2020. Harganya saat ini Rp9-10 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh dari harga Break Event Point (BEP) atau harga impas.
"BEP-nya itu Rp12.900 per kilogram. Namun harga mengalami penurunan sejak satu setengah bulan lalu. Mulai harga tadinya itu Rp20 ribu, beberapa pekan kemudian turun menjadi Rp17 ribu dan turun lagi menjadi Rp14 ribu. Hingga saat ini turun lagi menjadi Rp10 ribu per kilo," jelasnya.
Ia menjelaskan, merosotnya harga bawang merah disebabkan karena saat ini sedang terjadi panen raya. Tidak hanya di Kabupaten Brebes, sejumlah daerah sentra penghasil bawang merah seperti Kendal, Demak, dan NTT juga tengah panen raya bawang merah. Selain itu, panen raya pada musim kali ini maju satu bulan.
Ia mengaku untuk menstabilkan harga, pihaknya meminta para petani untuk menunda jual hasil panennya dengan menyimpan di gudang. Langkah ini dilakukan agar petani tidak menanggung kerugian sembari menunggu harga bawang merah merangkak naik di bulan Februari.
***tags: #kabupaten brebes #bawang merah
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Savaz Band Semarakkan HUT ke-48 SMAN 4 Semarang
16 Januari 2026
Seorang Pria Ditemukan Tewas usai Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo
16 Januari 2026
16 Hari Hilang, Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Tewas
16 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Jalan Sehat HAB Kemenag di Wonogiri
16 Januari 2026
Dosen FTIK USM Raih Gelar Doktor dari Undip
16 Januari 2026
Relawan USM Turut Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kudus
16 Januari 2026
Donald Trump Serukan Perebutan Greenland, Guru Besar UGM: Bukan Kebijakan Realistis
16 Januari 2026
Pertamina Perkuat Kompetensi SDM Melalui Program Profesi Insinyur Kerja Sama dengan ITB
16 Januari 2026
Nasaruddin Umar Serukan Pentingnya Kesalehan Ekologis dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026
Menag Serukan "Pertobatan Ekologis" dalam Peringatan Isra Mikraj 1447 H
16 Januari 2026

