Springbed abal-abad yang viral di Pekalongan, Foto: Istimewa

Springbed abal-abad yang viral di Pekalongan, Foto: Istimewa

Springbed Abal-Abal Viral, Ambil dari Produsen Rp140 Ribu Dijual Rp1,2 Juta

Produsen diminta membuat surat pernyataan tidak menjual kasur pegas tanpa merek di wilayah Pekalongan lagi.

Jumat, 08 Januari 2021 | 11:19 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Tegal - Produksi springbed abal-abal di Desa Grobog Kulon Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal ditutup. Mereka berhenti produksi usai video warga Kelurahan Kuripan Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan yang emosi kemudian merusak springbed—dijual oleh sales keliling, Minggu (3/1), viral di media sosial.

Warga merasa tertipu oleh sales tersebut. Setelah dibongkar, kasur pegas dibuat dari bahan seadanya yakni kardus, tali kain, dan kayu pinus.

Salah satu produsen kasur pegas Riyanto (40) warga RT 04 RW 05 Desa Grobog Kulon Kecamatan Pangkah mengakui jika sales kasur pegas yang menjadi sasaran emosi warga Pekalongan adalah karyawannya. Ada tiga orang yakni Ahmad Sekhemi, Ahmad Yulianto, dan Ramedon.

BERITA TERKAIT:
Springbed Abal-Abal Viral, Ambil dari Produsen Rp140 Ribu Dijual Rp1,2 Juta
Video Springbed Abal-Abal Viral, Produsen di Tegal Berhenti Produksi

"Iya itu sales saya, tapi mereka mereka menjadi korban salah sasaran. Warga belinya di sales lain," kata Riyanto, Jumat (8/1).

Ia menyatakan, kasur pegas yang dijual memang bukan buatan pabrikan. Namun dirakit oleh sejumlah pekerja di depan rumahnya. Rangkanya menggunakan kayu pinus.

Sedangkan karet penyangga menggunakan tali kain perca dan dilapisi kardus bekas serta empat buah kawat berbentuk per. Untuk mempercantik tampilan, kasur dibungkus plastik transparan. "Harga dari saya Rp140.000 per unit. Sales mau menjual berapa terserah mereka," imbuhnya.

Riyanto mengaku tidak tahu jika saat menjajakan ke kampung-kampung, salesnya kerap menawarkan dengan harga tinggi yakni berkisar Rp1.200.000 per unit. Bahkan, untuk memikat calon pembeli, sales sering mengatakan bahwa kasur yang dijual merupakan cuci gudang produsen besar.

"Saya tidak tahu kalau ada penawaran sampai segitu dan pakai omongan cuci gudang. Saya tahunya sales bayar ke saya sesuai harga yakni Rp140.000 per kasur," tegasnya.

Produksi kasur pegas tanpa merek itu sudah digeluti Riyanto selama dua tahun. Dalam sebulan rata-rata omzet penjualannya mencapai 100 kasur. "Kalau jualnya nggak mesti sehari laku berapa. Ya rata-rata sebulan 100 kasur. Sekitar segitu," ungkapnya.

Atas kejadian yang menimpa tiga salesnya di Pekalongan, Riyanto diminta membuat surat pernyataan tidak lagi menjual kasur pegas tanpa merek di wilayah Pekalongan. Surat pernyataan tersebut dibuat di Polsek Pekalongan Selatan disaksikan warga dan Polisi.

"Saat ini saya berhenti produksi dulu. Saya masih trauma dengan kejadian yang dialami sales saya kemarin di Pekalongan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Pangkah Bambang Sihana bersama Kapolsek Pangkah AKP Awan Agus menyambangi sejumlah produsen kasur pegas tanpa merk di Desa Grobog Kulon, Rabu siang (6/1). Bambang Sihana mengaku akan segera mengumpulkan para produsen kasur tersebut.

"Nanti akan kami kumpulkan, kami beri pembinaan. Ya nanti kami beri pengertian kalau menjual dengan harga wajar dan jangan sampai merugikan konsumen," pungkasnya.


tags: #springbed abal-abal #tegal #pekalongan #ditutup

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI