Ernawati menunjukkan foto suaminya Riyanto yang jadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Foto: Istimewa

Ernawati menunjukkan foto suaminya Riyanto yang jadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Foto: Istimewa

Istri di Sragen Sempat Larang Suami Korban Sriwijaya SJ 182 ke Pontianak

Suaminya ingin memperbaiki rumah mereka, sehingga hendak merantau ke Pontianak.

Senin, 11 Januari 2021 | 08:28 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Sragen - Kabar warga Sragen Riyanto (32) menjadi salah seorang korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 meninggalkan duka di hati istrinya Ernawati. Ernawati mengaku sempat melarang suaminya ke Pontianak Kalimantan Barat Ernawati mengatakan suaminya sering merantau, bahkan saat sebelum mereka berkeluarga. Namun, usai anaknya lahir, ia beberapa kali meminta suaminya untuk tidak merantau dulu.

"Setelah menikah lalu punya anak, saya minta untuk tidak merantau. Sejak Corona ini memang sering libur," ungkap Ernawati saat ditemui di rumah duka Dusun Tenggaran Desa Katelan Kecamatan Tangen Sragen, Minggu (10/1).

Menurutnya, suaminya itu punya mimpi untuk memperbaiki rumah mereka. Hal itu yang membuat Riyanto mantap berangkat ke Pontianak.

BERITA TERKAIT:
Empat Korban Sriwijaya Air, Berhasil Diidentifikasi Hari Ini
Tim DVI Terus Lakukan Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air
Hari ke 13, Operasi Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Resmi Ditutup
Jokowi Apresiasi Kinerja Tim SAR Gabungan Sriwijaya Air
Hari ke-11 Evakuasi Sriwijaya Air, Operasi Pencarian di Bawah Laut Dipersempit
Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air Ditemukan di Pantai Bekasi
Basarnas Kembali Perpanjang Operasi SAR Sriwijaya Air

"Ingin bangun rumah, pengin ngapiki omahe (memperbagus rumahnya). Sir kulo mboten angsal merantau (ingin saya tidak usah merantau)," imbuhnya.

Ernawati yang masih syok itu terus berkaca-kaca saat membicarakan sosok suaminya. Dia menyebut awal pekan ini, suaminya masih sibuk untuk tes PCR demi mempersiapkan keberangkatan ke Pontianak.

"Hari Senin (4/1) sempat muter-muter di Sragen untuk cari tes PCR sebagai syarat bekerja di Pontianak. Karena nggak ada diputuskan tes-nya di Jakarta, jadi Rabu (6/1) malam berangkat ke Jakarta," ujar Ernawati.

Menjelang keberangkatan ke Jakarta itu, putri semata wayangnya mendadak rewel dan selalu ingin ikut ayahnya. Riyanto pun sempat menidurkan putrinya sebelum berangkat ke Jakarta.

"Mau berangkat digondeli anaknya, nggak boleh (pergi), anaknya nangis terus pingin ikut. Akhirnya saya minta biar (anak) bobok dulu baru berangkat," kenangnya.

Ernawati menyebut putrinya itu memang dekat dengan Riyanto. Riyanto pun menuruti kemauan sang anak, dan menunda keberangkatan menunggu putrinya terlelap.

"Terus sudah bobok, bapaknya pamit. Katanya nanti kalau kangen suruh pakaikan baju bapaknya," tutur Ernawati menahan tangis.

Sebelum mendapatkan kabar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh, Ernawati sempat berkomunikasi dengan suaminya pada Sabtu (9/1) siang. Namun, saat buah hatinya ingin berbicara dengan bapaknya sekitar pukul 15.00 WIB, nomor ponsel Riyanto sudah tidak bisa dihubungi.

"Jam 1 siang masih kontak. Anaknya minta telepon bapake, saat itu hujan deras saya tanya kok nggak berangkat-berangkat. Jam 3 sore anaknya nangis lagi minta diteleponkan sudah nggak aktif, saya pikir kan sudah di pesawat," pungkasnya.


tags: #sriwijaya air #hilang kontak # warga sragen riyanto

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI