Menkominfo Temui Perwakilan Facebook Terkait RUU PDP

Nantinya penggunaan data pribadi harus atas persetujuan pemilik data.

Senin, 11 Januari 2021 | 17:15 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Pihak WhatsApp/Facebook regional Asia Pacific dipanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (11/1/2021), terkait aturan privasi yang bakal diterapkan dalam kaitan dengan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP).

"Hari ini Kominfo memanggil pengelola WA/FB Asia Pacific Region untuk memberikan penjelasan lengkap. Setelah itu pemerintah akan menetapkan kebijakan lanjutan terkait dengan hal ini," kata Menkominfo Johnny G Plate kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

BERITA TERKAIT:
Menkominfo Temui Perwakilan Facebook Terkait RUU PDP
RUU Perlindungan Data Pribadi Mendesak untuk Disahkan

Masyarakat saat ini, kata Plate, bisa menggunakan beberapa platform media sosial. Tapi, diingatkan Plate pentingnya kebijaksanaan dalam memilih media sosial yang mampu memberikan pelindungan data pribadi dan privasi.

"Ada beberapa platform media sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat namun masyarakat perlu lebih bijak dalam menentukan dan memilih media sosial yang mampu memberikan Pelindungan Data Pribadi dan privasi yang optimal agar terhindar dari penggunaan data pribadi yang tidak dikehendaki baik berupa penyalahgunaan atau tidak sesuai aturan (misuse or unlawful)," ungkapnya.

Sejumlah UU, dijelaskan Plate memang sudah mengakomodasi perihal tata kelola informasi elektronik, data elektronik, dll. Kendati demikian, diperlukan UU yang khusus mengatur perlindungan data pribadi.

"Saat ini UU ITE, PP 71/2019 dan Permenkominfo 5/2020 yang dapat dijadikan payung hukum tata kelola informasi elektronik, data elektronik dan trasaksi elektronik dan akan diperkuat secara lebih detil dalam RUU PDP," bebernya.

RUU PDP sendiri, sambung Plate saat ini masih terus digodok bersama DPR RI. Dia berharap, pembahasan RUU ini akan bisa diselesaikan pada tahun ini.

"Pembahasan RUU PDP sedang dilakukan bersama Komisi I DPR RI. Kominfo telah menetapkan Panitia Kerja Pemerintah dan siap untuk melanjutkan pembahasan penyelesaian RUU menjadi UU PDP bersama dengan Komisi I DPR RI. Mengingat kesibukan Komisi I dan pembahasan yang sangat dipengaruhi perkembangan Covid-19, Kami tentu berharap pembahasan RUU dimaksud tetap dapat diselesaikan pada awal tahun ini. Saat ini UU PDP menjadi sangat penting sebagai payung hukum utama pelindungan data pribadi masyarakat," terangnya.

Adanya RUU PDP ini, imbuh Plate data pribadi masyarakat akan lebih terlindungi. Sebab, nantinya penggunaan data pribadi harus atas persetujuan pemilik data.

"Salah satu prinsip utama dalam PDP adalah bahwa penggunaan data pribadi harus dengan persetujuan (consent) pemilik data. Hal ini sejalan dengan regulasi di berbagai negara termasuk GDPR Uni Eropa maupun substansi yang ada dalam RUU PDP Indonesia," pungkasnya.

***

tags: #ruu perlindungan data pribadi #kemenkominfo #facebook #kebocoran data

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI