Menteri Kominfo Johnny G. Plate.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate.

Mudahkan Nakes Registrasi Vaksin Covid-19, Kominfo Sediakan Chatbot WhatsApp

Layanan chatbot, ditegaskan Menkominfo bertujuan untuk mempermudah penerima vaksinasi COVID-19 melakukan registrasi dimana pun.

Sabtu, 16 Januari 2021 | 21:35 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Guna memudahkan tenaga kesehatan (nakes) melakukan registrasi vaksin COVID-19, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menyediakan akses pendaftaran berupa kanal chatbot WhatsApp.

Pemerintah selain menyediakan chatbot WhatsApp, juga akan menyediakan kanal UMB119#, aplikasi pedulilindungi dan situs pedulilindungi.id untuk registrasi nakes sasaran vaksinasi Covid-19

nakes bisa melakukan registrasi setelah memperoleh pemberitahuan melalui SMS. "Bersama Kemenkes dan dengan dukungan WhatsApp, kami juga menyediakan chatbot ini berfungsi untuk kanal input data bagi SDM nakes yang belum ter-input datanya. Bila masuk ke dalamnya maka channel ini akan link ke PeduliLindungi sebagai channel utama. Datanya akan tertuju kepada satu data juga," kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/1/2021).

BERITA TERKAIT:
Video: Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 Awak Media
Dinkes Temanggung Buka Pos Pelayanan Massal Vaksinasi Covid-19
Video: Pedagang Pasar Tradisional dan Guru Divaksin
Meredam Rasa Panik Saat Berangkat Vaksinasi
Video: 200 Anggota Polda Jateng Di Vaksin
Pemkab Batang Tambah Tiga Titik Layanan Vaksinasi
Video: Vaksinasi Gelombang II Dimulai, Ganjar Targetkan 1.000 Orang Per Hari

Tenaga kesehatan yang menjadi sasaran Program vaksinasi Covid-19, ucap Menkominfo, dapat mengisikan data diri melalui chatbot WhatsApp di tautan bit.ly/vaksincovidRI atau nomor 081110500567.

"Tenaga kesehatan yang belum menerima pemberitahuan vaksinasi melalui SMS PEDULICOVID dapat mengirimkan data melalui kanal itu dengan mengikuti langkah-langkah yang diarahkan dalam chatbot," imbuhnya.

Menteri Kominfo mengungkapkan sebelumnya tenaga kesehatan diminta menunggu SMS dari PEDULICOVID atau mengirimkan data melalui email: [email protected]

"Kini lebih mudah. Mereka mengisi di WhatsApp ini dan diteruskan ke sistem satu data vaksin dalam bentuk teks. Data yang diterima masuk menjadi database dan divalidasi Sistem Satu Data. Jika data yang dimasukkan valid, maka selanjutnya registrasi dilakukan lewat pedulilindungi.id, aplikasi pedulilindungi dan UMB *119#," jelas Menteri Johnny.

Awalnya fitur pendaftaran melalui chatbot untuk vaksinasi Covid-19, kata Johnny akan ditempatkan di Chatbot COVID-19. Namun, karena fungsinya berbeda, akhirnya diputuskan menggunakan akun sendiri. Namun, tahap awal mesinnya di integrasikan dengan mesin chatbot COVID-19 agar saling backup.

Layanan chatbot, ditegaskan Menkominfo bertujuan untuk mempermudah penerima vaksinasi Covid-19 melakukan registrasi dimana pun.

Tenaga kesehatan, setelah terverifikasi, dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan sekitar dan mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksaan vaksin.

"Kominfo dalam hal ini Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika diminta mendampingi pelaksanaannya bersama Pusdatin Kemenkes. Kanal WhatsApp ini juga merupakan alternatif saluran registrasi vaksinasi," bebernya.

Layanan tersebut tersedia juga merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai Sistem Informasi Satu Data vaksinasi Covid-19.

"Kami mengharapkan dengan adanya kanal WhatsApp ini akan menjangkau seluruh SDM tenaga kesehatan," pungkasnya.


tags: #vaksinasi covid-19 #nakes #kemenkominfo #kominfo ri

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI