Ilustrasi orang tenggelam, Foto: Istimewa

Ilustrasi orang tenggelam, Foto: Istimewa

Belasan Nelayan Batang Tenggelam, Tim SAR Jepara Terus Mencari

Kapal korban tabrakan dengan kapal tangker dari arah Jakarta tujuan Surabaya.

Minggu, 17 Januari 2021 | 16:33 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jepara - Tim SAR gabungan Jepara Jawa Tengah masih mencari belasan nelayan asal Kabupaten Batang tenggelam di Perairan Batang, sedangkan dua nelayan diselamatkan nelayan Jepara.

Pencarian nelayan di Laut Jepara melibatkan berbagai pihak terkait dengan menerjunkan kapal RIP (Rigit Inflatable Boat) dari Basarnas Semarang dan kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) Pos SAR Jepara dan perahu karet dari Polair, serta kapal cepat sea rider Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Sedangkan personel yang dilibatkan mencapai 50-an orang khusus dari pos pencarian di Jepara.

"Proses pencarian nelayan asal Batang masih kami lakukan bersama tim gabungan di Jepara sejak Kamis (7/1) setelah menerima informasi adanya dua nelayan asal Batang yang diselamatkan oleh nelayan Mlonggo, Jepara," ungkap Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara Wisnu Yuas, Sabtu (16/1).

BERITA TERKAIT:
Pemkab Batang Tambah Tiga Titik Layanan Vaksinasi
Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Santri yang Hilang di Sungai Kalilebeng Batang
Empat Santri Hanyut di Sungai Kalilebeng Batang, Satu Hilang
80 Rumah di Batang Terendam Banjir
Batang Optimalkan Aplikasi "New Jogo Tonggo" Desa
Belasan Nelayan Batang Tenggelam, Tim SAR Jepara Terus Mencari
Batang Butuh 372.080 Dosis Vaksin

Ia mengatakan, posko gabungan SAR laka laut KMN Berkah Abadi dengan pusat posko di Kantor Pelabuhan Kartini Jepara, serta dibentuk pula Pokos Pantai Bayuran dan Posko Pantai Pailus.

Sampai hari ke tiga pencarian, lanjut dia, belum mendapatkan hasil keberadaan nelayan asal Batang tersebut. Pencarian juga dilakukan oleh Tim Basarnas Surabaya karena diperkirakan nelayan tersebut hanyut hingga menuju Laut Tuban.

Lebih lanjut, ia menyebut kecelakaan kapal cantrang yang terdapat 14 anak buah kapal (ABK) tersebut disebabkan saat di tengah laut mengalami tabrakan dengan kapal tangker dari arah Jakarta tujuan Surabaya pada tanggal 10 Januari 2021. Akibatnya haluan depan kiri kapal bocor dan tenggelam.

Sebanyak 14 ABK membuat rakit untuk menyelamatkan diri, namun seorang ABK meninggal dan ditempatkan di tengah rakit. Akan tetapi saat terjadi ombak besar jenazah terlepas dan hilang. Dengan dipimpin nahkoda, memecah rakit untuk menyelamatkan diri karena melihat lampu suar PLTU Batang. Sedangkan Selasa (12/1) malam, tersisa delapan ABK di atas rakit dan tiga ABK memisahkan diri dari rakit sebelumnya.

Pada Rabu (13/1) sekitar pukul 03.00 WIB, nelayan tersebut melihat kapal cumi di sekitar perairan PLTU Jepara dan tiga ABK memisahkan diri untuk meminta pertolongan kapal cumi dengan berteriak. Kemudian pada hari yang sama pukul 09.00 WIB ada dua korban diselamatkan nelayan asal Mlonggo, Jepara dan dievakuasi ke daratan kemudian dilarikan ke RSUD Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan.


tags: #kabupaten batang #tenggelam #belasan nelayan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI