Rumah di Dusun Legoksari Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Brebes rusak terdampak tanah gerak, Selasa (19/1), Foto: Istimewa

Rumah di Dusun Legoksari Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Brebes rusak terdampak tanah gerak, Selasa (19/1), Foto: Istimewa

14 Bangunan Rusak, Tanah Gerak di Brebes Meluas

Tanah gerak yang terjadi ini disebabkan kondisi tanah yang labil, akan bergerak bila ada hujan dengan intensitas tinggi.

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:25 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Brebes - Bencana tanah gerak di Kabupaten Brebes Jawa Tengah meluas. Kali ini, tanah gerak terjadi di Dusun Legoksari Desa Buniwah Kecamatan Sirampog yang menyebabkan 14 bangunan rusak. Kasi Logistik BPBD Brebes Farid menyatakan tanah gerak secara perlahan terjadi di Dusun Legoksari RT 01 RW 03 sejak tanggal 14 Januari lalu.

"Kejadiannya sejak 14 Januari. Sekitar 16.00 sampai pagi pukul 05.00 hujan deras tidak berhenti. Akibatnya tanah di desa itu gerak. Ada 14 bangunan termasuk musala yang rusak ringan sampai rusak berat," ungkap Farid, Selasa (19/1).

Dari data sementara, 14 bangunan rumah dan musala terdampak. Empat di antaranya mengalami rusak berat. Warga yang rumahnya rusak berat, kata dia. terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Mereka diminta tidak menempati rumah untuk sementara waktu karena bisa membahayakan keselamatan jiwa.

BERITA TERKAIT:
Dua Pencuri Spesialis Truk di Brebes Ditangkap Polisi
Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Brebes, Puluhan Rumah Rusak
Setelah Banjir, Rumah Warga Brebes Berlumpur
Pasokan Air untuk 21.000 Pelanggan di Brebes Terhambat
Antisipasi Corona, Desa di Brebes Siapkan Rumah Isolasi Mandiri
Terkait Jateng di Rumah Saja, Ini Tanggapan DPRD Brebes
Jateng di Rumah Saja, Pasar di Brebes Ditutup

Ia menambahkan, pergerakan tanah di Dusun Legoksari ini masih terus berlangsung. Warga diminta waspada dan mengamankan diri bila terjadi hujan deras karena sangat berpotensi terjadi pergerakan tanah yang lebih parah.

"Untuk jumlah rumah terdampak masih bisa bertambah dan bisa menjadi menjadi lebih parah mengingat pergerakan tanah masih terjadi dan cuaca yang masih cukup ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi," tukasnya.

tanah gerak yang terjadi ini disebabkan kondisi tanah yang labil. Tanah labil ini akan bergerak bila ada hujan dengan intensitas tinggi. "Menurut petugas geologi, tanah di sini memang labil. Makanya warga jangan menempati rumah saat hujan deras. Bisa bahaya karena tanah gerak bisa saja merobohkan rumah," jelasnya.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak Salim (58) mengaku sebelum kejadian terjadi hujan lebat dari sore hingga pagi. Setelah hujan itu, banyak bagian bangunan rumah yang retak. "Paginya saya lihat rumah saya retak di bagian dinding dan pondasi. Tambah ke sini rusaknya makin parah," tutur Salim.

Sementaraitu, Camat Sirampog Lukman Hakim mengatakan tanah gerak terjadi pada tanggal 13 Januari lalu. Pada Senin (18/1), tanah gerak masih berlangsung. Sebelumnya, lanjut dia. bencana tanah gerak terjadi di Dusun Sambungregel Desa Manggis Kecamatan Sirampog Brebes. 

"Memang masih (ada pergerakan tanah) tapi tidak terlalu parah. Karena kebetulan dalam tiga hari terakhir hanya hujan biasa, tidak terlalu deras," pungkasnya.


tags: #kabupaten brebes #tanah gerak

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI