Ilustrasi PKL. Foto: Istimewa.

Ilustrasi PKL. Foto: Istimewa.

Pemkab Kudus Segera Terbitkan Perbup Zona Larangan Berjualan PKL

Beberapa kawasan yang nantinya menjadi zona larangan bagi PKL adalah Alun-alun Kudus, depan Gedung Olahraga, depan Taman Krida Wisata, serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:50 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Pemkab Kudus Jawa Tengah segera menerbitkan Perbup Zonasi PKL yang di dalamnya mengatur tempat-tempat larangan berjualan sebagai penjabaran dari Perda nomor 11/2017 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL.
 
"Draf perbup sebagai penjabaran dari perda tersebut tengah disusun dan sebelumnya juga sudah dikoordinasikan dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD)," ungkap Plt Asisten II Setda Kudus Dwi Agung Hartono, Selasa (19/1).
 
OPD yang terlibat, kata dia, yakni Dinas Perdagangan, Satpol PP, Perhubungan, Kecamatan dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus serta beberapa instansi terkait lainnya.
 
Nantinya, lanjut dia, akan ditetapkan kawasan yang menjadi zona merah, kuning, atau hijau bagi pedagang kaki lima. Sedangkan di dalam Perda nomor 11/2017 belum dijelaskan soal kawasan yang menjadi zona merah, kuning maupun hijau.
 
Menurutnya, penyusunan perbup tersebut juga sebagai tindak lanjut atas adanya kawasan "city walk" atau kawasan pedestrian yang akan menampung pedagang cendera mata khusus pada pagi hari, sedangkan malam hari tetap diperuntukkan untuk pedagang kuliner.
 
Zona merah berarti larangan untuk berjualan, sedangkan zona kuning diperbolehkan berjualan namun dibatasi mulai pukul pukul 16.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB saat kondisi normal. Sedangkan zona hijau boleh berjualan tanpa ada pembatasan waktu.
 
Penentuan zonasi ini disesuaikan dengan keindahan dan penataan wilayah agar tetap terlihat rapi dan menarik. "Setelah draf-nya dimatangkan, nantinya akan menjadi produk hukum untuk diundangkan dengan terlebih dahulu digelar sosialisasi. Bagi pedagang yang harus pindah karena adanya penetapan zona, maka harus disiapkan solusinya terlebih dahulu," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti membenarkan memang ada beberapa kawasan yang nantinya menjadi zona larangan bagi PKL, seperti Alun-alun Kudus, depan Gedung Olahraga, depan Taman Krida Wisata, serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
 
Sebelumnya, kawasan Alun-alun maupun depan GOR maupun Taman Krida Wisata masih belum ada kepastian, sedangkan nantinya akan diputuskan kepastian kawasan tersebut. "Jika perbup tersebut sudah jadi, selanjutnya PKL yang ada di Alun-alun Kudus yang jumlahnya sekitar 50 pedagang akan dicarikan lokasi baru," ucapnya.
 
Sementara lokasi yang ada di depan GOR maupun Taman Krida Wisata, setelah ada perbup yang menyebutkan lokasi tersebut zona merah untuk berjualan harus bersih dari pedagang.

BERITA TERKAIT:
Pemkab Kudus Dapat Bantuan Benih Padi untuk 1.525 Hektare Lahan
Pemkab Kudus Larang Pedagang Pasar Kliwon Jadikan Kios sebagai Gudang
Pemkab Kudus Pastikan Air Banjir yang Tercampur Limbah Pabrik Tak Berbahaya
Pemkab Kudus Berharap PPKM Skala Mikro Tekan Kasus Corona
Selama Dua Hari, Pemkab Kudus Tutup Semua Pasar Tradisional
Diduga Tercampur Limbah Pabrik, Pemkab Kudus Uji Coba Sampel Air Banjir
Reduksi Banjir, Pemkab Kudus Gagas Bangun Dua Embung


tags: #pemkab kudus #perbup zonasi pkl

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI