Guru Besar Teknik Sipil Undip, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, MSc.

Guru Besar Teknik Sipil Undip, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, MSc.

Banjir Dinar Indah Semarang, Pakar Hidrologi Undip: Perlu Dibangun Embung

Perlu dibangun tanggul dan embung yang memadai di sekitar Sungai Pengkol.

Selasa, 19 Januari 2021 | 16:57 WIB - Ragam
Penulis: - . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang- banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, dan paling parah yang terjadi di Perumahan Dinar Indah Kelurahan Meteseh Kota Semarang Minggu (17/1) lalu, menjadi perhatian banyak pihak. Sebab banjir yang melanda daerah tersebut terjadi hampir tiap tahun. 

Sebenarnya apa yang menyebabkan banjir di Perumahan Dinar Indah? mengingat daerah tersebut bukan berada di daerah dataran rendah.

Menurut Kasi Trantib Kelurahan Meteseh Solikhin yang diwawancarai tim KUASAKATACOM pada Senin (18/1), banjir sudah menahun mulai dari 2013 dengan kerusakan yang serupa. Antisipasi sudah dilakukan dengan perbaikan tanggul sungai setempat, namun kali ini banjir tidak dapat teratasi. Air hujan yang melewati Sungai Pengkol terlalu deras untuk ditampung.

BERITA TERKAIT:
Ayam Geprek Sambel Brewok, Inilah Geprek Sesungguhnya!
Video: Banjir Dinar Indah Semarang, Pakar Hidrologi Undip: Perlu Dibangun Embung
Banjir Dinar Indah Semarang, Pakar Hidrologi Undip: Perlu Dibangun Embung
Warung Penyet Bu Nur, Memanjakan Lidah dan Kantong Mahasiswa Selama Satu Dekade
Pasien Positif Korona di Semarang Terbanyak di Kecamatan Tembalang
Pasar Krempyeng Sendangmulyo Ditertibkan Tanpa Pemberitahuan

Menurut kabar yang diterima Solikhin, selain curah hujan yang tinggi, terjadi miskoordinasi antara petugas setempat dengan pintu air di daerah Pucanggading, Semarang, sehingga air kiriman hujan dari daerah di atasnya meluber. 

Kondisi wilayah di RT 6 RW 26 yang sering dihampiri banjir itu juga dinilai tidak layak dijadikan sebagai pemukiman. “Area yang dihuni satu RT ini kurang pas. Saluran itu seharusnya tidak masuk melewati lokasi tersebut. Bentuknya cekung, seperti mangkok,” ujar Solikhin.

Pihak pengembang perumahan tersebut sejauh ini tidak berupaya untuk mengatasi banjir tersebut. “Bila pihak pengembang bisa diajak komunikasi, maka proses relokasi bisa diusahakan. Namun pihak pengembang tidak berkomunikasi, sudah sejak kejadian banjir 2013 itu,” tambah Solikhin.

Pakar Usulkan Pembangunan Fasilitas
Saat diwawancarai tim KUASAKATACOM, Selasa (19/1), Guru Besar Teknik Sipil Undip, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, MSc., berpendapat bahwa daerah tersebut sering terjadi banjir dikarenakan bentuk tanah yang berupa cekungan, yang lebih rendah dari lingkungan sekitarnya. Kemungkinan dahulu daerah tersebut berupa sawah yang dialih fungsikan menjadi pemukiman.

Untuk mencegah luapan air, perlu fasilitasi yang memadai. “Tanggul sungai Pengkol perlu ditinggikan, selain itu juga di bagian hulu perlu dibangun tampungan-tampungan air,” terang Suharyanto.

Universitas tempat Suharyanto mengajar juga telah memberikan kontribusi berupa saran-saran untuk dinas terkait. “Fakultas Teknik, Undip sudah melakukan studi itu, ada beberapa embung di hulunya Sungai Pengkol, namanya Sungai Gede, ada beberapa lokasi embung yang diusulkan oleh Fakultas Teknik. Cukup bisa menangani banjir di cekungan Perumahan Dinar Indah dan sekitarnya,” imbuhnya.

Upaya ini diperlukan agar banjir di sekitar Perumahan Dinar Indah tidak terulang di masa depan.

Mengenai pengembang perumahan yang lepas tangan, Suharyanto menanggapi bahwa pembangunan perumahan di daerah tersebut pastinya sudah memenuhi perizinan dari dinas terkait. 

Solusi yang paling baik adalah pencegahan banjir yang harus terintegrasi. Semua pihak yang terkait, termasuk pemerintah setempat, warga, dan petugas instansi terkait harus melakukan koordinasi dan upaya intensif demi meminimalisasi terjadinya korban jiwa dan kerugian yang tinggi.

*Berita di atas ditulis oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #tembalang #kota semarang #banjir #embung #perumahan dinar indah

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI