Plt Bupati Kudus M Hartopo, Foto: Istimewa

Plt Bupati Kudus M Hartopo, Foto: Istimewa

Meskipun Kurang Setuju, Plt Bupati Kudus Tetap Perpanjang PPKM 

Apabila PPKM diperpanjang, akan berdampak pada perekonomian warga.

Jumat, 22 Januari 2021 | 10:35 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Plt Bupati Kudus M Hartopo kurang setuju PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di daerahnya diperpanjang sampai 8 Februari 2021. Pasalnya, Kudus sudah masuk zona orange. Sementara daerah tetangga yang zona merah justru tidak dilakukan PPKM.

"Kurang setuju, kemarin periode (PPKM 11 - 25 Januari 2021) ternyata banyak masyarakat yang sadar (protokol kesehatan). Kasus penambahan kasus baru di Kudus pun terbilang menurun. Angka kematian juga menurun, " ungkapnya, Jumat (22/1).

Kemudian, ia membandingkan status Kudus yang tidak lebih parah dibanding Jepara yang justru tidak memberlakukan PPKM. "Kudus tidak zona merah, justru yang di Jepara (kabupaten tetangga) zona merah tapi tidak masuk di PPKM. Kudus zona orange," imbuhnya.

BERITA TERKAIT:
Meskipun Kurang Setuju, Plt Bupati Kudus Tetap Perpanjang PPKM 
Tak Bermasker, Plt Bupati Kudus Semprot ASN
Plt Bupati Kudus Ingin Semua Tempat Wisata Tutup Selama Libur Natal
Plt Bupati Kudus Larang Perayaan Tahun Baru
Plt Bupati Kudus Instruksikan Desa Rawan Bencana Buat Pengungsian Berprokes
Plt Bupati Kudus Instruksi Camat Buka Desa Tagana
Plt Bupati Pastikan Pembangunan City Walk Kudus Berjalan Lancar

Lebih lanjut, ia menyebut apabila PPKM diperpanjang, akan berdampak pada perekonomian warga. Contohnya pada sektor wisata. Pasalnya keseluruhan wisata ditutup saat PPKM. Sehingga sektor wisata berdampak pada penghasilan warga dan pendapatan daerah.

"Saya kan saya mikir perekonomian di Kudus. Otomatis ini diperpanjang otomatis juga menutup sektor pariwisata, kecuali wisata religi tetap buka dengan pembatasan wisata lokal. Padahal potensi pariwisata sangat baik. UMKM itu kan bagus buat PAD dan perekonomian warga. Dengan ditutup ini kan otomatis mengurangi penghasilan semua," jelasnya.

Namun demikian, sesuai aturan Pemerintah Pusat, Pemkab Kudus tetap akan memberlakukan perpanjangan PPKM. Pembatasan kegiatan tidak jauh berbeda dari PPKM pertama. Seperti di sektor restoran boleh beroperasi sampai jam 21.00 WIB. Namun pembeli hanya boleh makan di tempat sampai pukul 19.00 WIB.

"Hotel Restoran. Jam 7 makan di tempat. Jam 7 sampai jam 9 malam kita bungkus," ujarnya.

Sementara untuk PKL di Balai Jagong Kudus diperbolehkan berjualan sampai pukul 19.00 WIB. Sedangkan PKL di kawasan alun-alun diperbolehkan berjualan sampai pukul 21.00 WIB. Namun pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat.

"Pedagang kaki lima, yang balai jagong kita tutup. Karena itu kan masuk area wisata. Jadi kita tutup. Sedangkan PKL di alun - alun, boleh buka tidak melayani di tempat. Sampai jam 9 malam. Boleh buka tetapi tidak melayani di tempat," lanjutnya.

"Kalau untuk hajatan, kita batasi usulan 800 tamu undangan, kita batasi 200 tamu undangan. Kita bolehkan (menggelar hajatan nikahan) dengan prokes dan tidak boleh makan di tempat," pungkasnya.


tags: #plt bupati kudus m hartopo #ppkm #diperpanjang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI