Google Ancam Tarik Layanannya dari Australia
Beberapa portal berita terpaksa tutup semenjak perkembangan industri berita terjun bebas sebesar 75% terhitung dari tahun 2005.
Jumat, 22 Januari 2021 | 22:54 WIB - Internasional
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Canberra- Google mengancam akan menarik layanan pencariannya dari Australia, bila negara itu mengeluarkan kebijakan baru. Perusahaan itu harus membayar situs-situs berita yang tampil di halaman pencarian lokal Australia.
Kebijakan ini diambil Australia karena industri berita di negara itu makin anjlok pendapatannya. Di setiap 100 AUD (sekitar Rp1.078.000,00) yang didapat melalui iklan, sebagian besarnya yakni 81 AUD (Rp880.000,00) dicomot oleh Google dan Facebook.
BERITA TERKAIT:
Indonesia-Australia Perkuat Kemitraan Keamanan Bersama
Menlu Sugiono Tegaskan Traktat Keamanan RI-Australia Berlandaskan Hukum Internasional dan Kedaulatan
Albanese Sebut Indonesia- Australia Lebih dari Sekadar Mitra: Kita Sahabat Dekat
Presiden Prabowo dan PM Australia Teken Traktat Keamanan Bersama, Berikut Isinya
Menlu Tegaskan Kerja Sama Indonesia- Australia Bukan Pakta Pertahanan
Menurut James Clayton seorang jurnalis teknologi Amerika, Google telah mendapat banyak untung di pandemi ini. Sejauh ini Google meraup untung sebesar 4 miliar USD dengan hanya membayar pajak ke Australia sebesar 45 juta USD saja.
Sementara industri berita lokal menderita rugi yang makin parah. Beberapa portal berita terpaksa tutup semenjak perkembangan industri berita terjun bebas sebesar 75% terhitung dari tahun 2005.
Saat diterapkan, aturan tersebut mengharuskan Google dan anak perusahaannya membayar ‘jumlah yang layak’ untuk berita dan konten-konten di negara Kanguru itu.
Meski Australia bukanlah negara dengan market paling besar, peresmian peraturan ini dinilai Google sebagai ‘tes ombak’ dan bisa jadi dicontoh negara-negara lain. Perusahaan raksasa itu pun menanggapi langkah Australia dengan serius.
“Bila peraturan ini benar-benar diresmikan jadi undang-undang, kami tidak akan punya pilihan selain menarik layanan Google Search dari Australia,” ujar Mel Silva, direktur manajemen Google Australia.
Sementara Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan bahwa negaranya tak akan takut dengan ancaman Google. Beberapa ahli hukum pun balik menantang dan menuduh Google melakukan pemerasan jika benar-benar menarik layanannya dari Australia.
Masyarakat Australia kesal, mempertanyakan apakah layanan Google lainnya seperti Google Maps dan Gmail juga akan ditarik. Google belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut demi menjawab kekhawatiran itu.
*Berita di atas ditulis oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.
tags: #australia #google #facebook
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Sebanyak 160 Orang Manfaatkan Operasi Katarak Gratis di Jawa Barat
10 Februari 2026
A Wishful Ramadan: Wisata Rasa Nusantara dari Barat ke Timur di Nusatu by Artotel Semarang
10 Februari 2026
Oknum Guru Diduga Lecehkan Lebih dari Dua Siswi di Pasar Rebo
10 Februari 2026
Jelang Setahun Ahmad Luthfi- Taj Yasin Pimpin Jateng, Program Speling Sudah Layani 88.979 Warga
10 Februari 2026
Jelang Ramadan, BAZNAS dan Dubes KBRI Kairo Perkuat Kerja Sama Penyaluran Bantuan Gaza
10 Februari 2026
Menag Nasaruddin Umar Dorong Masjid Jadi Ruang Aman untuk Pemudik
10 Februari 2026
Libur Imlek, KAI Daop 4 Semarang Sediakan 83 Ribuan Tempat Duduk
10 Februari 2026
Dua Pengedar Narkotika Diringkus Polisi, Ribuan Obat Terlarang Turut Disita
10 Februari 2026
Pengurus KJW Dilantik di Puncak Peringatan HPN di Hotel Horison Yogyakarta
10 Februari 2026
Tarhib Ramadan 1447 H, Wamenag Sebut Berpuasa adalah Kesehatan
10 Februari 2026

