Petugas gabungan keliling operasi yustisi selama PPKM di Jalan Sunan Muria kemarin. Langgar aturan, 19 pedagang didenda, Foto: Istimewa

Petugas gabungan keliling operasi yustisi selama PPKM di Jalan Sunan Muria kemarin. Langgar aturan, 19 pedagang didenda, Foto: Istimewa

Langgar Jam Malam, 19 Pelaku Usaha Mikro di Kudus Didenda

Satpol PP akan gencar operasi yustisi.

Senin, 25 Januari 2021 | 08:28 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan diperketat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hasilnya, 19 pelaku usaha mikro di Kabupaten Kudus terkena denda Rp200 ribu. Selain melanggar jam malam, mereka tidak melaksanakan protokol kesehatan ketat.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solehah menyebut pedagang diberi pembinaan dan ditindak sesuai Peraturan Bupati Nomor 41 tentang sanksi bagi pelaku usaha mikro yang kedapatan melanggar prokes. ”Kami tegur saat operasi. Kemudian mereka diminta hadir di kantor, diberikan pembinaan dan penerapan sanksi,” ungkapnya, Minggu (24/1).

Selain pelaku usaha, kata dia, 79 orang juga terkena sanksi sosial. Namun enam di antaranya memilih untuk membayar sanksi denda. Djati menuturkan, jumlah pelanggar tersebut terjaring mulai dari 1 Januari hingga 22 Januari kemarin.

BERITA TERKAIT:
Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Kudus Menurun
Terungkap! Ini Penyebab Air Sungai di Kudus Meluap
Kudus Longsor, Dua Rumah Rusak
Rahtawu Kudus Longsor, Jalan Desa Tertutup
Banjir, 73 Orang di Kudus Masih Mengungsi
Cek Vaksinasi Anggota Polri, Ganjar; Alhamdulillah Lancar
Banjir, 2.601 Hektare Lahan Padi di Kudus Puso

Untuk total pelanggarannya, ia menyebut ada sebanyak 128 pelanggaran. Jumlah tersebut juga termasuk pembubaran kerumunan dan pembatalan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan. ”Untuk jumlah kerumunan yang kami bubarkan sebanyak 23 kerumunan. Sementara untuk pembatalan acara ada tiga,” imbuhnya.

Pihaknya pun memastikan akan gencar operasi yustisi. Mengingat Kudus tengah melaksanakan PPKM. Djati juga mewanti-wanti anggotanya untuk memberikan contoh yang baik. Mengingat sebagai penegak Perbup tidak etis apabila tidak dilaksanakan sendiri. 


tags: #kabupaten kudus #ppkm #pelaku usaha mikro

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI