PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru

Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru.

Selasa, 02 Februari 2021 | 17:27 WIB - Didaktika
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Persatuan guru Republik Indonesia (PGRI), meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak lagi mengeluarkan pernyataan yang membuat para guru tidak nyaman.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PGRI Prof. Unifah Rosyidi dalam FGD Peta Jalan Pendidikan yang digelar secara daring seperti dikutip Antara, Selasa (2/2). 

Menurutnya hampir setiap hari para guru terpaksa mendengarkan pernyataan yang meresahkan dari Kemendikbud. Padahal, lanjut Unifah Rosyidi di masa pandemi ini menjadi kondisi yang berat sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.
 
Unifa pun memberikan contoh, informasi yang membuat guru tidak nyaman. Seperti, soal pemberian tunjangan profesi guru dan rekrutmen guru untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). "Sering sekali guru jadikan beban, bahkan hampir setiap hari mendengar pernyataan yang tidak nyaman dari Kemendikbud. Misalnya, ada tunjangan profesi guru hanya dibayarkan pada guru yang berprestasi," sambungnya.

BERITA TERKAIT:
PGRI Kota Semarang Sambut Baik Rencana PTM Juni Mendatang
PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru
Presiden Jokowi Ucapkan Terima Kasih kepada Perwakilan Masyarakat yang Ikut Vaksinasi Perdana
Presiden Jokowi Telah Disuntik Vaksin
Bupati Andi Ajak PGRI Bersinergi Bangun Pendidikan di Jepara
AWP: Pembelajaran Daring Sebabkan Penyampaian Pendidikan Karakter Tak Maksimal
Bupati Minta PGRI Tidak Terlibat Dalam Politik Praktis

"Meskipun dibantah, banyak sekali pernyataan yang meresahkan para guru," imbuhnya kemudian.

Kemendikbud, menurut Unifah, seharusnya fokus menyusun mekanisme agar pembelajaran berlangsung efektif di tengah situasi sulit seperti ini. 

Karena itulah, Unifah mengingatkan kembali Kemendikbud untuk tidak membuat pernyataan kontroversial dan meresahkan para guru.

Guna membantu kegiatan belajar para guru dan siswa, PGRI dalam waktu dekat akan merancang buku aktivitas. Unifah memastikan meski dengan situasi yang serba terbatas, PGRI tetap mengabdi dan mengupayakan agar kompetensi guru kian meningkat.

"Jangan dibilang kalau guru itu penting, tapi ada pernyataan yang bikin resah. Tolonglah guru diberikan ketenangan. Termasuk guru-guru Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) yang tunjangan sertifikasinya dicabut," bebernya.

guru Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), kata Unifah mengajar di sekolah kerja sama akan tetapi para guru tersebut juga mempunyai keluarga. Lagi pula para guru menurut Unifah juga bekerja demi mencerdaskan anak-anak bangsa.

"Begitu juga perekrutan guru CPNS, yang tanpa persetujuan DPR, dikatakan akan dihilangkan. Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru," ungkapnya.

Unifah dalam kesempatan itu, meminta agar Kemendikbud melibatkan pesantren dalam penyusunan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035, dan juga melakukan pembinaan pada Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK).


tags: #pgri #guru #kemendikbud #sekolah #cpns

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI