Cek Pengungsian Banjir di Demak, Ganjar Dapati Warga Hanya Makan Mi Instan

Besok-besok kami akan sering-sering masak sayur.

Selasa, 09 Februari 2021 | 17:20 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Demak- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi posko pengungsian Desa Prampelan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Selasa (9/2/2021). Dapur umum menjadi tempat pertama yang dicek Ganjar dalam kesempatan itu.

Terdapat 151 kepala keluarga yang mengungsi di kantor balai desa Prampelan Sayung itu. Diantara para pengungsi tersebut, terdapat ibu hamil dan beberapa balita. Saat Ganjar datang, mereka sedang duduk sambil makan siang bersama dengan menu mie dan telur.

Ganjar pun menengok dapur umum untuk pengungsi di lokasi itu. Benar saja, di tempat itu para petugas sedang memasak mie instan dan telur goreng. Ganjar pun meminta petugas agar bervariasi dalam penyediaan makanan bagi pengungsi. Tak melulu mie instan, Ganjar meminta agar menu diperbanyak sayur dan dibelikan buah-buahan.

BERITA TERKAIT:
Halal Bihalal Virtual, Ganjar Bikin Prank untuk Mahasiswa Jepang Soal Isi Kaleng Khong Guan
Mahasiswa di India Curhat ke Ganjar, Tak Bisa Pulang Semarang karena Pandemi
Ikuti Open House Virtual Ganjar, Mahasiswa Asal Batang Ini Dapat Sepeda Motor
Ganjar Gelar Open House Secara Virtual, Ada Tamu dari Luar Negeri
Dua Hari Besar Keagamaan Berbarengan, Ganjar: Ini Berkah untuk Indonesia
Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Ganjar Salat Id di Rumah Dinas
Warga Kudus Ciptakan Biola dari Bambu, Pemesannya Ada dari Luar Negeri

"Jangan hanya mie instan terus. Mesti kalau bencana itu kok mie instan ya. Tolong diperbanyak sayuran, buah-buahan, ikan atau apa gitu, biar sehat, biar gizinya terpenuhi," kata Ganjar kepada petugas.

Ganjar pun langsung memanggil Kepala Desa Prampelan untuk memastikan makanan bagi pengungsi aman sekaligus bergizi. Ia meminta saat belanja, sayur dan buah serta ikan menjadi pilihan utama.

"Ya meskipun ini sumbangan, tapi kalau bisa tidak melulu mie instan. Tolong divariasikan, belikan sayur dan buah yang segar-segar," tegasnta

Apalagi, diantara ratusan pengungsi itu terdapat ibu hamil dan balita. Menurut Ganjar, kebutuhan gizi mereka tidak boleh berkurang hanya karena sedang mengungsi. Ia tidak mau, akibat banjir banyak anak-anak mengalami stunting karena kekurangan gizi.

"Saya minta mereka diperhatikan, kebutuhan gizinya dipenuhi. Tapi disini sudah bagus, ada dokternya yang selalu memastikan pengungsi khususnya balita dan ibu hamil dalam kondisi sehat," imbuh dia

Sementara itu, Kepala Desa Prampelan, Subechan mengatakan akan memastikan keterpenuhan gizi bagi pengungsi aman. Nantinya, pihaknya akan memperbanyak sayuran dan buah-buahan kepada pengungsi.

"Soalnya ini bantuan, jadi dimasak seadanya. Besok-besok kami akan sering-sering masak sayur," katanya.

Kepada Ganjar, Subechan juga melaporkan banjir yang melanda wilayahnya karena pintu air tidak ada tutupnya. Sehingga, air mengalir ke kawasan pemukiman.

"Kami minta di tempat itu dipasang sifon atau tutup agar aman. Kemarin tidak ada, jadi air masuk dengan cepat," katanya.

Ganjar pun langsung memanggil Kepala Dinas PSDA Jateng yang mendampinginya agar berkoordinasi dengan BBWS. Jika memang penyebab banjir karena tidak adanya pintu air tersebut, maka Ganjar meminta segera dipenuhi.

"Ya nanti biar dikoordinasikan dengan BBWS. Ini pak Kepala Dinas PSDA biar komunikasi dengan BBWS," pungkas Ganjar.


tags: #ganjar pranowo #kabupaten demak #banjir #gubernur jateng #sayung

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI