Dr Christin Wibhowo, SPsi MSi

Dr Christin Wibhowo, SPsi MSi

Pakar Psikologi Unika Christin Wibhowo: Kesehatan Mental Perlu Disadari Sejak Dini

Media sosial bukan tempat yang tepat untuk membagikan semua keluh kesah yang ada.

Jumat, 12 Februari 2021 | 09:44 WIB - Kesehatan
Penulis: - . Editor: Ririn

Di dalam hidup, kesehatan menjadi salah satu hal yang paling penting bagi setiap manusia. Hal itu benar adanya dan sangat nyata terlihat di masa-masa pandemi seperti ini. Setiap individu berusaha untuk menjaga diri sebaik mungkin, agar terhindar dari berbagai macam penyakit terutama virus Covid-19 yang masih belum terkendali.

Akan tetapi, setiap manusia juga harus menyadari bahwa kesehatan tidak hanya mengenai fisik saja namun juga ada aspek psikis. Kedua hal tersebut sebenarnya saling berhubungan satu sama lain dan tak dapat dipisahkan. Apabila psikis baik, tentu akan membawa kondisi tubuh atau fisik yang sehat pula. Begitu pun sebaliknya, apabila fisik sehat dan bugar tentu psikis akan membawa kita semangat dalam mengerjakan berbagai macam aktivitas.

BERITA TERKAIT:
Video: Christin Wibhowo dan Ilmu Memahami Isi Hati
Video Pakar Psikologi Unika: Kesehatan Mental Perlu Disadari Sejak Dini
Tips Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi Menurut Dr Christin Wibhowo
Pakar Psikologi Unika Christin Wibhowo: Kesehatan Mental Perlu Disadari Sejak Dini

Untuk membahas kesehatan mental secara mendalam, tim KUASAKATACOM berbincang dengan Dr Christin Wibhowo, SPsi MSi, selaku pakar psikologi. Berikut penjelasan wanita yang juga menjabat sebagai Dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata ini.

Banyak Masyarakat yang Belum Terbuka Terhadap kesehatan mental

Memang pada umumnya belum banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya merawat kesehatan mental sejak dini. Kesehatan fisik masih menjadi hal yang diutamakan oleh sebagian besar masyarakat didalam hidupnya. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor seperti ekonomi, pengetahuan, hingga budaya.

Terkhusus faktor budaya, Christin juga menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap apabila ada seseorang yang datang ke psikolog, maka akan dianggap sebagai "orang gila".

Tentu hal tersebut salah, justru menanam budaya untuk mau merawat kesehatan mental atau psikis itu sudah harus dibiasakan sejak dini. Tetapi karena banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menunda hal tersebut, akhirnya budaya atau pandangan negatif itu masih dipegang oleh beberapa kelompok masyarakat hingga saat ini.

"Sebenarnya memahami kesehatan mental itu sudah bisa dideteksi sedini mungkin, tetapi masyarakat masih lebih memilih untuk men-delay hal tersebut. Semakin dini seseorang mengetahui kondisi mentalnya, akan semakin baik pula untuk mempersiapkan langkah hidupnya kedepan" ujarnya.

Christin juga memberi contoh yang paling sering terjadi mengenai pemahaman kesehatan mental sejak dini yang tak jarang diabaikan. Salah satunya yaitu ketika banyak orang tua yang sebenarnya tau apabila anaknya mengalami kelainan mental, tetapi mereka memilih menundanya untuk dibawa ke psikolog. Mereka beranggapan jika saat anaknya besar nanti penyakit itu dapat hilang sendiri.

Jangan Curhat di Media Sosial dan Jangan Salahkan Tuhan

Masyarakat perlu ingat bahwa media sosial adalah tempat yang bebas. Bebas dalam arti untuk memberi wawasan atau berbagi cerita unik kepada teman-teman, sanak saudara, bahkan orang lain secara umum. Tetapi tak jarang ditemukan apabila ada seseorang yang sedang merasa menanggung suatu beban hidup yang berat dan hal itu mengganggu mentalnya, media sosial dipilih untuk melampiaskan beban tersebut. Dengan harapan akan banyak orang yang peduli dan membantu.

Namun, tentu hal itu salah besar. Media sosial bukan tempat yang tepat untuk membagikan semua keluh kesah yang ada. Justru apabila hal ini tetap dilakukan, kondisi mental akan semakin terganggu karena kelak akan muncul suatu pandangan negatif yang diberikan oleh orang lain. Mulai dari dianggap kurang dewasa, tak cermat dalam mengatasi suatu masalah, mudah putus asa, dan lain sebagainya.

Begitu pula dengan cara menyalahkan Takdir Tuhan yang tak sedikit dilakukan sebagian masyarakat, tentu saja ini juga termasuk dalam kesalahan besar. Menurut Christin, alangkah lebih baik apabila masalah itu segera diselesaikan dengan pikiran positif dan memohon petunjuk kepada Tuhan. Justru jangan menyalahkan takdir Tuhan, karena itu akan sia-sia. Cara lain yang paling efektif ialah berusaha menceritakan semua masalah dan meminta pendapat pada orang yang berkompeten.

"Dari pada menyalahkan Tuhan, lebih baik ceritakan semua masalah ke orang yang berkompeten dibidang tersebut. Kompeten yang dimaksud tidak selalu seorang ahli, orang yang kita percaya seperti keluarga maupun sahabat juga bisa kita jadikan refrensi untuk memberi masukan," ucapnya.

Christin juga menjelaskan bahwa memang perlu suatu kedewasaan pribadi untuk sharing atau menceritakan suatu masalah pada orang lain. Hal itu bertujuan agar tak salah langkah dan bisa segera mendapatkan jalan keluar demi kesehatan mental yang kembali membaik.

Peran Pemerintah Bagi kesehatan mental Masyarakat

Terbentuknya suatu mental yang sehat bagi setiap masyarakat, juga tak bisa lepas dari peran penting pemerintah. Iklan layanan masyarakat hingga kurikulum di setiap jenjang pendidikan, menjadi beberapa sarana yang sering digunakan pemerintah dalam menjaga dan membentuk mental yang sehat bagi masyarakat. 

Gerakan "Aku Siap di Vaksin" menjadi salah satu contoh membentuk dan menjaga kesehatan mental masyarakat yang belakangan ini paling gencar di komunikasikan oleh pemerintah. Hal tersebut sering ditemukan pada media sosial maupun iklan layanan masyarakat lainnya, demi mengajak masyarakat untuk percaya dan mau divaksin. Begitu pula saat terjadi bencana alam disuatu daerah. Pemerintah melibatkan petugas kesehatan mental untuk memperbaiki psikis para korban bencana, terutama bagi anak-anak agar tak mengalami trauma berlebih.

"Intinya, pemerintah sudah baik dalam memperhatikan mental masyarakat dan dunia psikologi Indonesia. Berharap, setiap warga negara dapat mendukung hal ini demi terjaganya kesehatan mental bangsa hingga generasi-generasi yang akan datang," tutupnya.

*Tulisan di atas dibuat oleh reporter magang KUASAKATACOM


tags: #dr christin wibhowo #kesehatan mental #pakar psikologi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI