Ilustrasi pembelajaran tatap muka. Foto: Istimewa.

Ilustrasi pembelajaran tatap muka. Foto: Istimewa.

Usai PPKM Mikro, Boyolali Bakal Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Rencana penerapan PTM berawal dari rasa kekhawatiran atas perilaku anak-anak sekolah.

Kamis, 18 Februari 2021 | 11:38 WIB - Didaktika
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Boyolali - Setelah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro selesai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali inisiatif bakal buka pembelajaran tatap muka (PTM). Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum menginstruksikan penerapan PTM.

Terkait rencana tersebut, Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto menerangkan bahwa rencana penerapan PTM berawal dari rasa kekhawatiran atas perilaku anak-anak sekolah. Pasalnya, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring (dalam jaringan) alias online, banyak waktu mereka terbuang percuma.

Darmanto mengaku sering mendapat laporan terkait hal tersebut. Bahkan, banyak waktu anak-anak yang terbuang hanya untuk bermain game dan nonton video. Sementara anak-anak yang memanfaatkan gadget untuk belajar sedikit. “Ini seperti yang dikhawatirkan Pak bupati mengenai generasi blank,” jelas Darmanto.

BERITA TERKAIT:
Jokowi Bertemu Megawati Sebelum Kementerian Dirombak
Ristek Gabung dengan Kemendikbud, DPR Dorong BRIN Tetap Eksis
DPR Setujui Penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek
Kemendikbud Siapkan Panduan Sekolah Tatap Muka Terbatas Juli 2021
Komisi X DPR Dukung Langkah Nadiem Launching KIP Kuliah Merdeka
Usai PPKM Mikro, Boyolali Bakal Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru

Menurutnya, sejumlah fenomena di atas lantas menjadi salah satu dasar rencana penerapan PTM di Kota Susu. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum rencana itu benar-benar diterapkan.

Lebih jauh, Darmanto menjelaskan bahwa nantinya ada dua opsi uji coba PTM. Pertama, menyasar jenjang SMP. Karena sarana-prasarana (sarpras) penunjang protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 lebih siap.

Kemudian, lanjut dia, opsi kedua bakal menyasar jenjang SD. Karena dinilai lebih aman dibanding SMP. Sebab, siswa SD hanya berasal dari lingkungan sekolah setempat. “Ini (uji coba PTM) masih kami diskusikan. Harapannya segera dimulai lagi,” pungkasnya.


tags: #kemendikbud #boyolali #ppkm #pembelajaran tatap muka #kementerian pendidikan dan kebudayaan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI