Rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pramowo di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (22/2) (foto; Humas Jateng)

Rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pramowo di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (22/2) (foto; Humas Jateng)

Kabar Baik! 14 Hari Berturut-Turut, 35 Kabupaten/Kota di Jateng Bebas dari Zona Merah Corona

Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Jateng juga terus menurun.

Senin, 22 Februari 2021 | 13:36 WIB - Kesehatan
Penulis: Firin . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil positif. Selama dua pekan berturut-turut, tidak ada satu daerah pun dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk kategori resiko tinggi atau zona merah penularan Covid-19.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di ruang rapat gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (22/2). 

Dari 5 Kabupaten/Kota yang masuk zona merah pada 25-31 Januari yakni Kendal, Karanganyar, Cilacap, Blora dan Kebumen, pada dua pekan selanjutnya yakni 1-7 Februari dan 8-14 Februari, tidak ada daerah yang masuk zona merah.

BERITA TERKAIT:
Disdik Kota Semarang Tanggapi Positif Soal Ajakan Gubernur Jateng Terkait Doa Bersama
Antisipasi Masuknya Pemudik, Ganjar Siapkan Tim Gabungan di Perbatasan Jateng
Ganjar Minta Para Kepala Daerah dan Disnaker Rajin Komunikasi dengan Pekerja Migran
Rachel, Ganjar dan Mimpi Sendratari di Halaman Candi Borobudur
Pasca Dilantik Jadi Bupati Kudus, Hartopo Mengaku Siap Jalankan Perintah Ganjar
Lantik Bupati Kudus, Ganjar Ingatkan Soal Pentingnya Semangat Perbaikan Reformasi
Ganjar Akan Gelar Rapat Khusus Bahas Perbedaan Waktu Imsakiyah saat Bulan Ramadan

"Angka kasus aktif juga terus mengalami penurunan, dari 8.230 pada pekan sebelumnya, pekan ini kasus aktif hanya 7.300. Case Fatality Rate (CFR) juga menurun dan Recovery Rate (RR) juga mengalami peningkatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo.

Yulianto mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Jateng juga terus menurun, yakni untuk ICU hanya 38,08% dan tempat tidur isolasi hanya 33,01%. Bahkan, lanjut Yulianto, sejumlah rumah sakit mengusulkan menutup layanan isolasi Covid-19 di tempatnya masing-masing dan menjadikan ruangan-ruangan itu untuk perawatan non Covid-19.

"Sudah banyak yang mengajukan untuk menutup tempat isolasi Covid dan memindahkan untuk perawatan non Covid-19, karena memang jumlahnya terus menurun," jelasnya

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pihak rumah sakit tidak terburu-buru menutup layanan isolasi Covid-19. Meski data menunjukkan penurunan yang signifikan, namun pengelola rumah sakit tidak boleh menutup layanan itu.

"Banyak yang usul agar tempat isolasi itu difungsikan untuk non Covid. Tapi saya bilang hati-hati, jangan dulu ditutup," kata Ganjar.


tags: #gubernur jawa tengah #ganjar pranowo #covid-19

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI