KPK Terus Selidiki Korupsi Nurdin Abdullah

Total dana yang diduga diterima oleh Nurdin Abdullah sebesar Rp5,4 miliar.

Selasa, 02 Maret 2021 | 16:24 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Kasus korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, sampai saat ini masih terus didalami KPK. Termasuk adanya dugaan korupsi itu dilakukan untuk membayar utang dana kampanye.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyampaikan hal itu di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3/2021). "Biar itu menjadi tugas penyidik untuk mendalami uang itu untuk apa saja, apakah misalnya lari karena biaya kampanyenya sangat besar dia dapat sponsor dari pengusaha lokal setempat," katanya.

Marwata menduga Gubernur Sulsel itu memberikan kontrak proyek kepada rekanan yang mendukungnya atau pernah menjadi tim kampanyenya saat pencalonannya sebagai gubernur Sulawesi Selatan. Seperti diketahui, Abdullah pernah menjadi bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, dan dalam Pilkada Sulawesi Selatan yang mengantar dia ke kursi gubernur, dia diusung PDI Perjuangan, PAN, dan PKS.

BERITA TERKAIT:
KPK Persilahkan MAKI Melakukan Gugatan Praperadilan
MAKI akan Gugat KPK Terkait SP3 Tersangka BLBI
Cegah Korupsi, KPK Minta Kepala Daerah Perbaiki Tata Kelola Anggaran dan Perencanaan
Terkait Suap Benur, KPK Sita Uang Tunai Rp52,3 M
KPK Minta Imigrasi Cekal Mantan Pegawai Ditjen Pajak
Kasus Korupsi di Dirjen Pajak, Misbakhun: Menkeu Harus Ikut Bertanggungjawab
KPK Kembali Lakukan Penggeledahan Kantor Gubernur Sulsel

"Sehingga merasa punya kewajiban untuk membayar utang itu tadi dengan berikan kontrak proyek kepada rekanan yang mungkin mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkutan tetapi semua pasti akan didalami di tingkat penyidikan. Kami belum tahu detil seberapa besar yang bersangkutan menerima uang dan untuk apa uang tersebut," ungkapnya.

Nurdin Abdullah telah ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama dua orang lainnya dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Dua tersangka lain, yaitu Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulawesi Selatan, Edy Rahmat, yang juga orang kepercayaan Abdullah, dan Agung Sucipto selaku kontraktor.

Total dana yang diduga diterima oleh Nurdin Abdullah sebesar Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Rahmat dari Sucipto.

Tidak hanya itu, Nurdin Abdullah juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Abdullah, melalui ajudannya bernama Samsul Bahri, menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021, juga melalui Bahri, Abdullah menerima uang Rp2,2 miliar.


tags: #kpk #nurdin abdullah #korupsi #suap #gratifikasi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI