Ilustrasi Istimewa.

Ilustrasi Istimewa.

Pekerja Cuti dan Sakit, Tetap Diberi Upah Perusahaan

Jika pekerja berhalangan, melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya dan menjalankan hak waktu istirahat atau cutinya.

Selasa, 02 Maret 2021 | 21:58 WIB - Ekonomi
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Ketika menjalani cuti dan sakit, pekerja ditegaskan Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Dinar Titus Jogaswitani akan tetap mendapatkan hak upah. Hal itu menurutnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan.

Dinar menyampaikan hal itu dalam dialog virtual Kemnaker yang dipantau dari Jakarta pada Selasa (1/3/2021). "cuti dan melaksanakan hak istirahatnya itu semua dibayar," kata Dinar.

Dalam aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja yaitu PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, dijelaskan Dinar pada Pasal 40 Ayat 1 bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja tidak masuk kerja atau tidak melakukan pekerjaan.

BERITA TERKAIT:
Tahun 2022, Indonesia akan Miliki Pusat Pasar Kerja
Pasukan Keamanan Myanmar Serbu Kompleks Pekerja
Pekerja Cuti dan Sakit, Tetap Diberi Upah Perusahaan
BRI Berikan Keringanan Pembayaran Tagihan KPR kepada Nasabah Selama Pandemi
Pembangunan KIT Batang Serap 140 Ribu Pekerja
PA 212 Demo Tolak UU Cipta Kerja, Serikat Buruh Batalkan Niat Aksi
Azis Syamsuddin: RUU Ciptaker Terobosan Atasi Krisis

Tapi, di ayat 2 dijelaskan bahwa ketentuan itu tidak berlaku dan pengusaha wajib membayar upah jika pekerja berhalangan, melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya dan menjalankan hak waktu istirahat atau cutinya.

Situasi itu juga menjamin ketika pekerja sudah bersedia melakukan pekerjaan yang dijanjikan, tapi pengusaha tidak memperkerjakannya karena kesalahan pengusaha sendiri atau kendala yang seharusnya dapat dihindari pengusaha.

PP itu memastikan pekerja yang sakit hingga tidak dapat bekerja, pekerja perempuan yang merasa sakit di hari pertama kedua masa haid, pekerja yang menikah atau menikahkan anaknya, melakukan khitan anak, pembaptisan anak, istri melahirkan atau keguguran, keluarga meninggal dunia akan tetap mendapatkan haknya.

Sedangkan hak waktu istirahat atau cuti yang dimaksud adalah hak cuti mingguan, cuti tahunan, istirahat panjang, istirahat sebelum dan sesudah melahirkan atau istirahat karena mengalami keguguran kandungan.

Pemberlakuan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang telah diterbitkan pada akhir Februari 2021 bersama 44 PP turunan UU Cipta Kerja yang lain, resmi menggantikan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Meski PP Nomor 78 itu dicabut, substansi isinya banyak yang dimasukkan kembali ke PP Nomor 36 Pengupahan," pungkasnya.
 


tags: #pekerja #cuti #uu cipta kerja #kemnaker

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI