Tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah saat mengunjungi salah satu desa di Klaten, Kamis 4/3 (foto: dok)

Tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah saat mengunjungi salah satu desa di Klaten, Kamis 4/3 (foto: dok)

Susun Kamus Budaya Jawa, Tim Balai Bahasa Jateng Kunjungi Lima Desa di Boyolali

Koordinator KKLP Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Jawa Tengah Kahar Dwi Prihantono menuturkan, dalam kesempatan itu timnya mendatangi sentra kerajinan, kesenian, pertanian, peternakan, dan pertukangan di lima wilayah di Boyolali

Sabtu, 06 Maret 2021 | 08:09 WIB - Budaya
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar penelitian penyusunan Kamus Budaya Jawa. Penelitian itu dilakukan oleh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dengan mendatangi lima desa di Kabupaten Boyolali, pada Kamis (4/3/2021).

Adapun Kelima desa tersebut yaitu Desa Sampetan dan Desa Kaligentong (Kecamatan Gladaksari), Desa Tumang (Kecamatan Cepogo), Desa Urutsewu dan Desa Ngampon (Kecamatan Ampel). 

Sebelum penelitian, tim dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali untuk memetakan wilayah penelitian mereka

BERITA TERKAIT:
Produk UKM Gula Cair di Klaten Dapat Mengurangi Impor Gula Pasir
Terungkap! Ini Penyebab Tewasnya Pesilat Remaja di Klaten
Bermodal Tusuk Gigi, Pembobol ATM Kuras Tabungan Korban
Alhamdulillah, Puluhan Warga Kurang Mampu di Klaten Dapat BLT Rp 300 Ribu
Klaten Bolehkan Salat Tarawih di Masjid, Ini Syaratnya!
Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Pesilat Remaja di Klaten
Dua Pasang Pelajar di Klaten Kepergok Berduaan di Kamar Hotel

Dalam keterangan persnya, Jumat 5/3, Koordinator KKLP Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Jawa Tengah Kahar Dwi Prihantono menuturkan, dalam kesempatan itu timnya mendatangi sentra kerajinan, kesenian, pertanian, peternakan, dan pertukangan di lima wilayah di Boyolali

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupoten Boyolali, Darmanto menyambut baik dan mendukung kegiatan tersebut. Menurut Darmanto, Kosakata budaya Jawa sangat penting untuk didokumentasikan dan disusun agar generasi muda bisa memahami kekayaan budaya masyarakat pemiliknya.

“Jika Kosakata itu sudah masuk ke kamus, generasi muda dan siswa dapat memahami Kosakata budaya Jawa secara utuh,” ujar Darmanto

Darmanto menjelaskan, pengaruh globalisasi dan era digital telah menciptakan jarak antara budaya Jawa dan generasi muda.

Tanggapan dan dukungan serupa juga disampaikan oleh Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Sutrisno, yang mengantarkan tim peneliti ke sentra kerajinan tembaga dan kuningan di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, pada 2 Maret 2021. 

Tim yang lain mendatangi Kelompok Rodat Sabar Santosa (Dukuh Ringinsari Wetan, Desa Sampetan, Kecamatan Gladaksari), Sanggar Taruna Budaya (Desa Kaligentong, Kecamatan Gladaksari), dan peternak sapi di Desa Urutsewu untuk menggali Kosakata yang berkaitan dengan kesenian rodat, reog, peternakan sapi, dan pertukangan.

Selain itu, tim juga menggali Kosakata budaya di Desa Ngampon sebagai sentra pengrajin bambu di Kecamatan Ampel. Kegiatan penggalian Kosakata budaya Jawa tersebut berlangsung selama empat hari, yakni pada tanggal 4, 8, 9, dan 10 Maret 2021


tags: #klaten #balai bahasa provinsi jawa tengah #kosakata

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI