Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Ilustrasi tangan diborgol, Foto: Istimewa

Ustaz Gadungan di Yogya Tipu Warga, Modus Gandakan Uang

Modus mengaku sebagai ustaz ini hanya penyamaran agar korban percaya.

Selasa, 09 Maret 2021 | 14:37 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Yogyakarta - Polisi meringkus penipu dan penggelap uang dengan modus penggandaan yang beroperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berbekal penampilan alim berkopiah, Moh Yunus alias Gus Bahar asal Trenggalek Jawa Timur menyamar sebagai ustaz gadungan. Tersangka pun dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

"Tersangka mengaku sebagai orang pintar, mengaku Gus Bahar nama aslinya Moh Yunus. Tersangka mengaku bisa menggandakan uang," ungkap Kanit 2 Ranmor Sat Reskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh, Selasa (9/3).

Ia menambahkan, modus mengaku sebagai ustaz ini hanya penyamaran agar korban percaya. "Kalau ustaz hanya sebagai samaran, tersangka ini bukan ulama, mengaku ulama biar masyarakat percaya. Itu cara menipu korban," tukasnya.

BERITA TERKAIT:
Malang Gempa 6,7 M, Guncangannya Terasa hingga Yogya-Bantul
Ketua RW Sebut Syam Organizer Yogya Ngaku LSM Kemanusiaan
Pencarian Korban Tenggelam di DAM Mrican Sungai Gajahwong
Densus 88 Angkut Satu Truk Bekas dari Kantor di Yogya
Tahun 2020, Di Yogyakarta Tercatat Ada 29 Permohonan Dispensasi Pernikahan
Mudik Lebaran Dilarang, Pebatasan Yogyakarta Tak Disekat
Yogyakarta Siapkan Kuliah Tatap Muka

Lebih lanjut, ia menyebut kasus ini bermula saat ada salah seorang teman korban berniat meminjam uang. Korban kemudian menanyakan tujuan temannya meminjam uang yang mengatakan untuk digandakan.

"Teman korban mau pinjam uang dan ditanya mau buat apa. Temannya itu menjawab mau digandakan (ke ustaz gadungan). Dari situ korban tidak meminjamkan uang ke temannya dan justru tertarik menemui ustaz ini," tukasnya.

Korban, lanjut dia, kemudian menemui si ustaz gadungan itu di salah satu kafe di daerah Sleman. Tersangka kemudian mengiming-imingi korban bisa menggandakan uang. "Ketika sudah menemui lanjut komunikasi sepakat, yakni korban memberikan Rp 10 juta dia (tersangka) bisa menjamin digandakan menjadi Rp 2,2 miliar," tukasnya.

Uang yang diberikan korban ke tersangka, kata dia, sejumlah Rp 15 juta. Ditransfer secara bertahap ke rekening tersangka.

"Teknisnya ketika uang sudah diberikan, dari Gus ini meminta ruangan khusus di rumah korban, kemudian tersangka meminta beberapa peralatan yang dinginkan. Di ruangan itu digunakan tersangka untuk melakukan ritual," paparnya.

"Tersangka meminta membeli minyak junjung derajat, itu minyak yang digunakan pelaku agar uangnya aman," sambungnya.

Setelah semua persiapan dilakukan, tersangka justru tidak datang. Beberapa kali korban menghubungi tersangka tetapi tidak datang. Hal ini kemudian membuat korban curiga.

"Pertama menyampaikan ada pekerjaan lain kemudian di lain kesempatan mangkir lagi alasannya minyak yang digunakan untuk ritual habis. Setelah empat kali mangkir, korban merasa curiga," jelasnya.

Polisi yang menerima laporan dari korban kemudian melakukan penelusuran dan bisa menangkap pelaku di daerah Bantul. "Pelaku kami tangkap hari Kamis (4/3) pukul 05.00 WIB di kamas indekosnya daerah Banguntapan, Bantul. Pelaku ini sudah beraksi sejak 2017 dan ada empat korban," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan tersangka hasil uang ia gunakan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Sebagian untuk bersenang-senang. "Buat keseharian di sini, (sebagian) dihabiskan buat senang-senang," aku Moh Yunus.

Selama beraksi sejak tahun 2017 ia konsisten mengaku sebagai ustaz gadungan. Kepada korban, ia mengaku sebagai Gus Bahar yang mampu menggandakan uang. "Ndak pernah pakai sorban, pakai kopiah. Saya mengaku sebagai Gus, Gus itu anak kiai. Saya iming-imingi kalau punya uang Rp 10 juta nanti mau tak ritualkan dapat Rp 2 miliar," pungkasnya.


tags: #yogyakarta #penipuan #ustaz gadungan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI