Terkait Suap Benur, KPK Sita Uang Tunai Rp52,3 M

Edhy Prabowo, sebelumnya diduga memerintahkan sekretaris jenderal KKP agar membuat surat perintah tertulis terkait dengan penarikan jaminan bank dari para eksportir

Senin, 15 Maret 2021 | 16:10 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASALATACOM, Jakarta- Aset berupa uang tunai dengan jumlah sekitar Rp52,3 miliar dari salah satu bank dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih alias benur lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan, disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/3/2021).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya. "Hari ini, tim penyidik KPK melakukan penyitaan aset berupa uang tunai sekitar Rp52,3 miliar yang diduga berasal dari para eksportir yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih bening lobster Tahun 2020," ucapnya.

Tersangka Edhy Prabowo, lanjut Ali, sebelumnya diduga memerintahkan sekretaris jenderal KKP agar membuat surat perintah tertulis terkait dengan penarikan jaminan bank dari para eksportir dimaksud kepada Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP.

BERITA TERKAIT:
Argo: Penangkapan Bupati Nganjuk Wujud Sinergi KPK dan Bareskrim
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK
Wamenkumham Klarifikasi Video Terkait KPK
Mardani Minta Adanya Investigasi Terkait Pertanyaan Tes Wawasan kebangsaan di KPK
Hari Ini, KPK Panggil Azis Syamsudin
KPK Geledah Tiga Rumah Pribadi Wakil Ketua DPR
KPK Tambahkan Fitur Pengaduan di JAGA.ID

"Selanjutnya, kepala BKIPM memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk menerima bank garansi itu," ungkapnya.

Aturan penyerahan jaminan bank dari para eksportir, ujar Ali, sebagai bentuk komitmen dari pelaksanaan ekspor benih bening lobster tersebut diduga tidak pernah ada. 

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tujuh tersangka salah satu diantaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
 


tags: #kpk #menteri kelautan dan perikanan #suap #benur

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI