Mensos Risma , Foto: Istimewa

Mensos Risma , Foto: Istimewa

Risma: Tujuh Kabupaten di Papua Belum Update Data Bansos

Risma juga berencana memperluas peluang kerja bagi para penyandang difabel.

Minggu, 21 Maret 2021 | 12:38 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Kementerian Sosial masih membarui data bantuan sosial (bansos). Mensos Tri Rismaharini atau Risma menyebut tujuh kabupaten di Papua belum meng-update data bansos.

"Di Papua itu ada 7 kabupaten yang sama sekali belum melakukan updating. Kita akan ke sana," ungkap Risma, Minggu (21/3).

Ia menambahkan, ada permasalahan data bansos di 7 kabupaten di Papua tersebut. Salah satunya data penerima bansos yang meninggal dunia. Menurutnya, data awal menyebut ada 600 ribu penerima bansos yang meninggal. Ternyata masih ada 320 ribu penerima bansos meninggal yang belum terdata.

BERITA TERKAIT:
Distribusikan Bantuan ke NTB dan NTT, TNI Kerahkan Armadanya
Risma: Tujuh Kabupaten di Papua Belum Update Data Bansos
Kemensos Batalkan Santunan untuk Ahli Waris Korban Corona, Bowo: Kami Prihatin
Dinas Sosial Kota Semarang Benarkan Kemensos Batalkan Santunan bagi Ahli Waris Korban Corona
Masyarakat Baduy Bahagia dapat Bantuan Kemensos
Pemkot Solo Tunda Penyaluran BST Covid-19, Ini Alasannya!
Kemensos Luncurkan PKH untuk Sejumlah Kelompok

"Yang pertama ada beberapa data yang memang, miss kami harus perbaiki. Kedua, ada data yang meninggal itu selama ini tidak di-update," ungkap Risma.

"Kalau diisi orang yang baru kan lebih bagus, tapi kita evaluasi, tapi bukan sekadar kita mengganti, tapi kita cek, kalau ternyata memang sudah tidak ada ahli warisnya lagi ya bisa diganti, begitu," sambungnya.

Risma mengaku menargetkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) baru sudah ada pada pada awal 2021 ini. Menurutnya, data DTKS terbaru sudah hampir selesai.

"Aku dulu kan sampaikan, April harus ada new data DTKS yang baru. Jadi sudah hampir selesai," singkatnya.

"Jadi tinggal 7 yang ada di daerah pegunungan (Papua), yang mungkin aku minggu depan, kita akan turun sendiri. Saya dengan Dirjen Dukcapil sekaligus mengevaluasi data yang ada," lanjutnya.

Selai itu, Risma juga berencana memperluas peluang kerja bagi para penyandang difabel. Nantinya, Risma akan membuat sistem baru terutama untuk penderita tuna netra dan tuna rungu.

"Kami juga akan membuat sistem baru terutama untuk layanan saudara-saudara kita yg tuna netra, sama tuna rungu jadi kami akan membuat semacam video sekaligus silahkan temen-temen yang mau kerjasama video atau film dan sound untuk mengajarkan kepada tuna netra," ujar Risma.

Lebih lanjut, ia  menyebut seharusnya tuna netra mempunyai keahlian lainnya untuk menunjang profesionalisme mereka.

"Masa kalo tuna netra itu harus massage apa tidak bisa yang lain? Untuk apa namanya prrofesionalisme mereka. Ternyata bisa, asal kemudian kita mengajarkan cara membuat dengan sistem suara kita akan melatih seolah-olah mereka ada didepan kita. Sekarang lagi kita siapkan," bebernya.

Ia mengaku Kemensos juga mempunyai program lain yaitu membuat 600 kursi roda untuk difabel. 200 diantaranya merupakan kursi roda elektrik yang nantinya akan digunakan untuk penyandang serebal patsy agar bisa lebih mandiri.

"(Mereka) kan tidur terus jadi nanti kita bisa buatkan kursi modifikasi jadi mereka bisa berdiri mereka bisa duduk jadi enggak harus tidur itu 200. Ketiga itu juga 200 kursi roda untuk itu mereka kan tidur terus karena kepala mereka besar nanti kita akan membuat modifikasi roda sehingga mereka juga bisa duduk bisa berdiri," jelasnya.

Kemudian, Kemensos juga akan menyiapkan 50 motor untuk penyandang disabilitas lainnya. Motor tersebut akan dimodifikasi untuk mempermudah pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka.

"Kita buatkan 50 motor yang mereka bisa gunakan berjualan, mereka bisa berangkat ke tempat kerja. Sekarang lagi kita modifikasi," pungkasnya.


tags: #kemensos #risma # data bansos

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI