Ujicoba pembelajaran tatap muka di SMAN 4 Semarang, Senin (5/4). (Foto; dok).

Ujicoba pembelajaran tatap muka di SMAN 4 Semarang, Senin (5/4). (Foto; dok).

Para Siswa di Jateng Bergembira Bisa Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

Ganjar melihat semua persiapan sudah berjalan baik.

Selasa, 06 April 2021 | 05:29 WIB - Didaktika
Penulis: Fauzi . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Program uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah resmi dimulai pada Senin (5/4). Sebanyak 140 sekolah jenjang SMP, SMA, SMK dan MA di beberapa daerah ditunjuk untuk melaksanakan uji coba ini.

Kebijakan ini tentu saja membuat para siswa bahagia. Pasalnya, setelah setahun lebih mereka tidak bisa belajar di sekolah, hari ini mereka bisa kembali merasakan pembelajaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah seneng banget. Setelah sekian lama daring, akhirnya bisa masuk ke sekolah. Bisa ketemu teman-teman, ketemu guru secara langsung dan bisa ngrasain duduk di kelas. Alhamdulillah senang sekali," kata Keisya Kumala, salah satu siswa SMAN 4 Kota Semarang.

BERITA TERKAIT:
Rayakan Hari Pendikan Nasional, TikTok Indonesia Luncurkan Buku Panduan #SamaSamaBelajar
Uji Coba PTM Tahap Dua Dimulai, Ganjar Hanya Izinkan Sekolah Tambah Kelas
Empat Sekolah Negeri di Brebes Kembali Gelar PTM
Hendi Sebut, Jumlah Sekolah di Kota Semarang Yang Ikut PTM Tahap Dua Akan Ditambah
Ganjar: Jumlah Sekolah di Jateng yang PTM Bisa Saja Bertambah
Pemkot Pekalongan Evaluasi Uji Coba PTM
Jumlah Sekolah Uji Coba PTM di Temanggung Bertambah secara Bertahap

Menurutnya, selama pembelajaran daring, ia kerap mengalami kendala. Kendala yang paling sulit adalah memahami pembelajaran dari guru-gurunya.

"Kendalanya jaringan. Kadang-kadang jaringan bermasalah dan informasi dari guru ke kami itu putus-putus dan tidak jelas. Akhirnya kami kurang bisa memahami pelajaran. Agak sulit memahaminya kalau daring," jelasnya.

Ia pun meminta seluruh siswa di Jawa Tengah tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Semuanya harus ingat, bahwa virus Covid-19 itu tak kasat mata dan masih ada sampai saat ini.

"Jadi tetap harus jaga kesehatan, jaga prokes. Meskipun katanya grafik sudah turun, tapi jangan anggap sepele. Kalau nanti naik lagi kasusnya, kita nggak bisa kaya gini lagi, nggak bisa sekolah lagi. Jadi mari jaga prokes dengan baik," ajaknya

Kebahagiaan juga dirasakan Najwa, siswi SMAN 1 Ungaran. Setelah lulus dari SMP dan diterima di SMA, baru kali ini ia bisa merasakan belajar di sekolah. Apalagi, di hari pertama masuk sekolah, ia langsung dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Seneng sekali bisa sekolah, karena udah lama nggak masuk sekolah. Apalagi tadi didatangi pak Ganjar, bangga banget rasanya. Sejak lulus dari SMP dan diterima di sini, baru pertama masuk. Jadi bisa ketemu teman-teman baru," ujar najwa

Sama dengan siswa lain, kendala sekolah daring memang cukup menyulitkan. Materi yang disampaikan guru seringkali tidak dipahami dengan baik dan siswa sulit mencari penjelasan.

"Kalau di sekolah seperti ini lebih mudeng. Kalau ada yang susah, bisa ditanyakan langsung sama gurunya," ucap dia

Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar di Jateng untuk tetap taat protokol kesehatan. Kesadaran dibutuhkan agar proses belajar mengajar di sekolah tetap bisa dilakukan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memang melakukan sidak ke dua sekolah di Jateng saat hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka. Dua sekolah itu adalah SMAN 4 Semarang dan SMAN 1 Ungaran Kabupaten Semarang.

Dari pantauannya itu, Ganjar melihat semua persiapan sudah berjalan baik. Sarana prasarana protokol kesehatan juga sudah disiapkan. SOP juga sudah disiapkan dan sudah berjalan.


tags: #pembelajaran tatap muka #sman 4 #semarang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI