Ilustrasi pencabulan, Foto: Istimewa

Ilustrasi pencabulan, Foto: Istimewa

Seorang Dosen Cabuli Keponakannya

Awalnya, sang paman menyodorkan jurnal tentang ciri-ciri atau tanda-tanda penyakit kanker payudara.

Kamis, 08 April 2021 | 11:25 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jember - Seorang dosen salah satu universitas swasta di Jember mencabuli keponakan yang berusia 16 tahun. Pencabulan dilakukan dengan modus terapi pengobatan kanker payudara.

"Peristiwa pertama terjadi pada akhir Februari 2021. Diulangi lagi pada 26 Maret 2021. Modus yang digunakan adalah menyebut anak perempuan saya sedang terkena kanker payudara," ungkap ibu korban, Kamis (8/4).

ibu ini bercerita putrinya tinggal bersama sang pelaku sejak dia dan suaminya berpisah. Awalnya putrinya ikut sang suami, namun kemudian dititipkan ke pelaku. "Saya itu kan pisahan dengan bapaknya, anak pertama (korban) ikut dengan bapaknya, anak kedua ikut saya di Jakarta. Nah tanpa sepengetahuan saya, korban ini dititipkan ke terduga pelaku ini, ya masih pamannya," bebernya.

BERITA TERKAIT:
Seorang Dosen Cabuli Keponakannya
Dies Natalis ke-45, Jokowi Minta UNS Berubah
Video Benny Setianto: Bukan Tentang Salah atau Benar
Benny Setianto: Bukan Tentang Salah atau Benar
SK Pembebasan Tugas Dicabut, Sucipto Kembali Aktif Jadi Dosen Unnes
Dosen Farmasi UMP Ikuti Riset Tangani Pandemi Covid-19
Sidang Perdana Gugatan Dosen Unnes ke Rektor Fathur Rohkman di PTUN Semarang

Terkait alasan putrinya itu dititipkan, ia menyebut sang paman tidak mempunyai anak. Ditanya sejak kapan putrinya tinggal dengan sang paman, perempuan ini mengaku tidak tahu. Dia kemudian menceritakan terkait pencabulan yang menimpa putrinya. Menurut dia, pelecehan terjadi di rumah saat kondisi sepi. "Saat itu, tantenya (istri pelaku) sedang pergi mengajar. Jadi tindakan asusila itu dilakukan saat kondisi rumah sepi," bebernya.

Awalnya, sang paman menyodorkan jurnal tentang ciri-ciri atau tanda-tanda penyakit kanker payudara. "Jurnal itu ditunjukkan kepada anak saya dan menyebut anak saya kena kanker payudara," tukasnya.

Putrinya yang juga masih pelajar SMA kelas XI itu tidak langsung percaya. Akan tetapi sang paman tetap memaksa memegang tubuh korban dengan dalih melakukan pemeriksaan dan penyembuhan. Kemudian pada peristiwa kedua, putrinya yang merasa tidak nyaman dengan perlakukan sang paman, merekam kejadian dugaan pencabulan itu melalui audio suara. "Entah bagaimana, anak saya ada keberanian untuk merekamnya," paparnya.

Usai peristiwa itu, kata dia, putrinya membuat sejumlah unggahan di Instagram. Dari unggahan insta story itu, perempuan ini akhirnya tahu apa yang menimpa putrinya. Dia mulai curiga ketika putrinya mengajak untuk melawan kekerasan seksual.

Selanjutnya karena kecurigaan itu, dia pun meminta konfirmasi pada putrinya. Terungkap, jika putrinya mengaku menjadi korban pencabulan yang dilalukan oleh pamannya. "Saat itu juga saya langsung telepon ayahnya dan juga tantenya (istri pelaku). Saya minta agar anak saya dipindah dari rumah tersebut. Saya yang saat itu tinggal di Jakarta, langsung pulang untuk menjemput anak saya yang sudah dipindah ke Lumajang (rumah kerabat)," bebernya.

Pascaperistiwa tersebut, korban dan ibunya berada di rumah aman yang berada di bawah perlindungan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.

Kuasa hukum korban, Yamini, menegaskan persoalan ini sudah dilanjutkan ke proses hukum. Wanita yang juga founder LBH Jentera itu mengaku sudah melapor ke Polres Jember. "Visum sudah dilakukan, penyidikan masih berjalan," ujar Yamini saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Senada dengan yang disampaikan Yamini, Koordinator PPT DP3AKB Solehati, menegaskan akan memgawal kasus dugaan pencabulan itu hingga tuntas. "Kami harap pelaku bisa dijerat dengan UU Perlindungan Anak karena masih di bawah umur. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjata dan maksinal 15 tahun," tambahnya.

Sementara sang dosen yang berinisial RH, mengaku belum bisa memberikan klarifikasi. Namun dia menegaskan peristiwanya tidak seperti yang diceritakan sang keponakan. "Kejadiannya tidak seperti itu, nanti akan saya berikan penjelasan (klarifikasi) resmi," pungkasnya.


tags: #dosen #jember # mencabuli keponakan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI