Bupati Temanggung M. Al Khadziq

Bupati Temanggung M. Al Khadziq

Masuki Ramadhan, Bupati Temanggung Keluarkan SE Panduan Ibadah

Permintaan pada pengurus dan pengelola masjid dan mushalla dalam menyelenggarakan kegiatan ibadah di masjid untuk menerapkan protokol kesehatan

Senin, 12 April 2021 | 20:31 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Temanggung- Guna mencegah penularan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melarang masjid/mushalla di lingkungan zona oranye dan merah menggelar Shalat Tarawih.

Sekretaris II Satgas COVID-19 Temanggung Djoko Prasetyono, menyampaikan hal itu pada Senin (12/4/2021). "Apabila terjadi zona oranye dan merah di tingkat RT, maka masjid wajib ditutup sampai penanganan kasus COVID-19 selesai dan ibadah dilaksanakan di rumah masing-masing," ucapnya. 

Tapi, imbuh Djoko, di Temanggung saat ini tidak ada RT berzona oranye apalagi merah. Kebanyakan di Temanggung merupakan zona kuning dan hijau.

BERITA TERKAIT:
Buka Bersama Dengan Konsep Outdoor di Sekuro Village Beach and Resort
Polisi Sita Ribuan Petasan dan Puluhan Botol Miras di Brebes
Dinas Perdagangan Kota Semarang: Harga Kebutuhan Pokok saat Ramadhan Masih Stabil
Wisata Religi Masjid Agung Demak
Eksistensi Grup Qosidah Nasida Ria dari Tahun 1975 Hingga Sekarang
Tahanan Polisi Gelar Mengaji Bersama di Sel
G1000 dan Lazis Baiturrahman Launching KALAM

Djoko mengatakan guna memberikan rasa aman pada umat Islam, Bupati Temanggung mengeluarkan surat edaran panduan ibadah Ramadhan 1442 Hijriah. Surat edaran tersebut, lanjut Djoko berisi permintaan pada pengurus dan pengelola masjid dan mushalla dalam menyelenggarakan kegiatan ibadah di masjid untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Isi surat edaran itu, antara lain pengurus dan pengelola masjid untuk mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah," kata Djoko.

Pengelola tempat ibadah, sambung Djoko juga harus menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat ibadah, menyediakan fasilitas cuci tangan di pintu masuk dan keluar, serta membersihkan dan menyemprot disinfektan secara berkala.

Pengurus dan pengelola tempat ibadah, diminta Djoko untuk menyelenggarakan kegiatan ibadah Ramadhan dengan ketentuan untuk Shalat Fardu, Shalat Jumat, Shalat Tarawih, dan witir, tadarus Al Quran, iktikaf dan peringatan Nuzulul Quran dilakukan dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas dan ceramah dibatasi paling lama 15 menit.

Untuk kegiatan buka puasa bersama, ujar Djoko, tidak diatur secara spesifik dalam surat tersebut. Tetapi rambu-rambunya antara lain menjaga jarak, memakai masker, dan menghindari kontak fisik serta kerumunan.


tags: #ramadhan #bupati temanggung #ibadah #puasa

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI