Tes GeNose Tetap Bisa Digunakan Saat Puasa

Ada kemungkinan gas asam lambung memengaruhi pembacaan GeNose.

Senin, 12 April 2021 | 21:35 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Sleman- Masyarakat Indonesia sebentar lagi mulai menjalankan ibadah puasa, meski begitu masyarakat dipastikan tetap bisa menggunakan GeNose C19 untuk melakukan skrining dan diagnostik COVID-19. 

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Tim Peneliti dan Pengembang GeNose C19 Mohamad Saifudin Hakim saat konferensi pers secara virtual di Yogyakarta, Senin (12/4/2021). "Selama bulan Ramadhan GeNose tetap bisa digunakan bagi masyarakat yang memang harus beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

puasa, menurut Mohamad Saifudin Hakim, tidak akan menghambat kemampuan deteksi alat ciptaan para peneliti UGM itu karena di luar bulan Ramadhan pun masyarakat yang hendak menggunakan GeNose diminta berpuasa selama setengah sampai satu jam untuk menjaga kondisi rongga mulut.

BERITA TERKAIT:
Selama Larangan Mudik, Penumpang Terminal Tertonadi Wajib Tes GeNose
Selama Larangan Mudik, Daop 5 Purwokerto Hanya Berangkatkan Dua KA
Ikuti Keputusan Pemerintah, KAI Ubah Masa Berlaku Keterangan Negatif PCR dan Rapid Test Antigen
Antisipasi Mebludaknya Pemudik, Klaten Siapkan GeNose di Pos Penyekatan
GeNose Bakal Diterapkan di Terminal Tipe A Adipura Wonogiri
Tes GeNose Tetap Bisa Digunakan Saat Puasa
Daop 4 Buka Layanan GeNose untuk Penumpang Pekalongan

"Harus menjaga kondisi rongga mulut dengan menghindari makanan dan minuman terutama yang mempunyai aroma yang kuat supaya hasil tes GeNose membuahkan hasil yang maksimal," sambungnya.

Meski begitu, Ia menambahkan khusus bagi masyarakat yang berpuasa, uji napas menggunakan alat tersebut disarankan dilakukan pada pagi hari. "Lebih baik lagi didahului dengan berkumur atau bisa dilakukan satu jam setelah berbuka puasa," saran Mohamad Saifudin Hakim.

Sedangkan menurut perwakilan dari tim pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra deteksi COVID-19 dengan GeNose untuk masyarakat yang sedang melakukan puasa dianjurkan untuk memilih waktu tidak lebih dari enam jam setelah makan sahur.

Dian mengatakan bila lebih dari waktu yang dianjurkan itu, ada kemungkinan gas asam lambung memengaruhi pembacaan GeNose. Adanya gas lambung, imbuhnya bisa memunculkan positif palsu atau positif lemah dari hasil pemeriksaan napas menggunakan GeNose.

Namun bila pengambilan sampel nafas itu melebihi enam jam dari sahur, maka Ia memberikan saran untuk berkumur, menggunakan siwak, atau menyikat gigi terlebih dahulu. "Sehingga gas dari asam lambung itu bisa ternetralisir," tutupnya.


tags: #genose #ugm #puasa #asam lambung

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI