Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo.

Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo.


Soal Penanganan Covid 19

Handoyo: Belajar dari Kasus di india, Kita Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Seluruh masyarakat harus benar bemar menjalankan wajib 5 M dan menegakan aturan ini.

Senin, 12 April 2021 | 19:10 WIB - Kesehatan
Penulis: Arya Jkt . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo mengatakan meski sudah banyak warga yang mendapatkan vaksin Covid-19, namun tidak mengendurkan kewaspadaan. 

"Kita harus belajar dari India yang saat ini kasus Covid 19 semakin meningkat," kata Rahmat Handoyo dalam pernyataanya yang diterima KUASAKATACOM,  Senin (12/4/2021).

Karenanya, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, pemerintah dan masyarakat harus semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid 19. "Jangan lengah dan jangan kendur. Tetap harus meningkatkan kewaspadaan," jelasnya. 

BERITA TERKAIT:
Elektabilitas Ganjar Tinggi, Bambang Pacul: Pertempuran Pilpres Belum Dimulai
Puan: Masyarakat Minta Larangan Mudik Diperjelas
DPR Tolak Rencana Kepulauan Riau Sebagai Karantina PMI
Lewat IPO, Paramitha: Pertamina Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi Negara
Junimart Laporkan SK Penetapan Kawasan Hutan di Lahan Masyarakat oleh KLHK Picu Konflik Sengketa Lahan
KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan
PDIP dan PKS Sepakat Soal Pentingnya Gotong Royong Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Menurut Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini, Indonesia harus berkaca dari meningkatnya kasus kovid 19 di negara India yang mengalami lonjakan sampai 168 ribu kasus terpapar Covid dalam sehari. Begitu juga tingkat kematian dalam sehari mencapai 903 dalam sehari.

"Kita harus belajar jangan sampai hal itu terjadi di Indonesia. Kasus di Ibdia ini harus menjadi pelajaran berharga," katanya. 

Handoyo mengatakan meningkatnya kasus di India karena di sebabkan kerumunan masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak adanya jaga jarak misalnya dalam kegiatan keagamaan dan politik.

Handoyo menilai kebijakan pemerintah Jokowi soal penanganan Covid 19 sudah benar. Sudah on the track. "Ini terbukti kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hanya skala mikro, namun telah membawa hasil dengan melandainya kasus positip corona," katanya. 

Meski kasus Covid 19 sudah melandai, sekali lagi Handoyo mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak kendur dalam melaksanakan protokol.kesehatan.

"Pemerintah tidak boleh kendur dan tetap fokus pada pengendalian kovid, salah satu kebijakan itu adalah melarang mudik lebaran dan memotong cuti bersama," jelas Handoyo. 

Menurut Handoyo, dalam mencegah meningkatnya kasus Covid 19, tidak cukup hanya menerapkan 3M dan menghindari kerumunan, tapi juga mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan. 

"Mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan harus dilakukan bersama sama Pemerintah Pusat, Daerah, tokoh pemuka masyarakat keagamaan serta seluruh masyarakat harus benar bemar menjalankan wajib 5 M dan menegakkan aturan ini," katanya.

Kepada tokoh masyarakat, keagamaan, Handoyo berharap untuk turut serta menggelorakan wajib 5 M dan tetap waspada, ini memgingat kita memang belum bisa benar benar kendalikan kovid 19 dan baru kita bisa menurunkan kasus (melandai). 

"Kita perlu berkaca pada negara India jangan sampai gelombang kedua kovid 19 melonjak drastis paparan positip serta kasus kematian yang menlonjak juga. Bila kita bersatu padu dan bergotong royong bersama niscaya kita bisa kendalikan Covid 19 dengan baik," jelasnya.


tags: #pdi perjuangan # komisi ix dpr #jawa tengah #covid-19 #india

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI