Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro. [Foto: KuasaKatacom].

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro. [Foto: KuasaKatacom].

Dishub Jateng Siapkan Tiga Skenario Terkait Pelarangan Mudik 2021

Ada potensi pemudik Jawa Tengah sekitar 4, 6 juta.

Selasa, 13 April 2021 | 05:47 WIB - Kesehatan
Penulis: Holy . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan tiga skenario sebagai langkah antisipasi menyusul adanya pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Diketahui, pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021.  Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

BERITA TERKAIT:
Jateng Dapat Dukungan Hibah Mobil dari Taiwan untuk Layanan Speling
Sragen Jadi Lumbung Padi Terbesar ke-2 se-Jateng
Panen Padi Jawa Tengah Dianggap Terbaik di Indonesia
Jateng Siap Sambut Kedatangan Pemudik, Ahmad Luthfi Siapkan Langkah Cepat
Diprediksi 17,9 Juta Pemudik Masuk Jateng pada Lebaran 2025, Pemprov Optimalkan Perbaikan Jalan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyatakan ada tiga skenario yang akan dilakukan.

 “Sekarang ini kita coba antisipasi untuk pelarangan mudik di tahun 2021 ini.  Kita ada skenario, tiga cara,” kata Henggar, di kompleks kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Senin (12/4/2021).

skenario pertama,m adalah pra-larangan dari tanggal 1-5 Mei sebagai antisipasi mudik dini. Karena dari data Kementerian Perhubungan akan ada potensi warga melakukan mudik dini. Yaitu sekitar 20 persen dari data Kemenhub.

“Data survei Kementerian Perhubungan. Ada potensi pemudik Jawa Tengah sekitar 4, 6 juta,” Ungkap Henggar.

“Kita coba antisipasi dengan kita melakukan posko mobile. Posko mobile ini tentunya kita bekerja sama dengan instansi terkait, dari kabupaten dan kota, TNI –Polri, harapannya seperti yang disampaikan Dirlantas (Dirlantas Polda Jateng), sebelum masa pelarangan ini juga sudah ada pembatasan pergerakan orang yang masuk ke Jawa Tengah,” sambungnya

Sedangkan skenario kedua yaitu terkait orang-orang yang sudah terlanjur mudik dengan berbagai cara dan sudah sampai di kampung halaman, tentunya nanti yang digunakan adalah optimalisasi PPKM mikro.  

“Di Jawa Tengah ini kan kita tahu, kita kenal dengan Jogo Tonggo. Nanti optimalisasinya di situ. Jadi itu yang akan melakukan penanganan terhadap orang yang terlanjur mudik dan sudah sampai ke kampung halaman,” jelas dia.

Dia menuturkan, skenario ketiga  pihaknya akan melakukan operasi pada saat pelarangan. Tentunya nanti titik-titiknya ditentukan oleh kepolisian. Mengingat, hal itu merupakan bentuk sinergi antarberbagai pihak.

Dari catatannya tahun lalu itu, pemudik yang di Jawa Tengah yang menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara totalnya sekitar 661 ribu.  Jumlah itu berdasarkan mereka yang mudik karena memang dengan berbagai alasan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin, mengatakan,  Polri juga melakukan kegiatan sosialisasi agar masyarakat tak mudik tahun ini. Sebab jika mudik tetap dilakukan maka akan membahayakan pihak lain.

***

tags: #jateng #skenario #mudik #jogo tonggo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI