Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri tarawih keliling, di Masjid Kauman Semarang, Senin (12/4). (Foto: Humas Pemkot Semarang).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri tarawih keliling, di Masjid Kauman Semarang, Senin (12/4). (Foto: Humas Pemkot Semarang).

Kegiatan di Masjid Berjalan, Hendi Harap Protokol Kesehatan Ditaati

Hendi juga menghimbau agar masyarakat  memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya.

Rabu, 14 April 2021 | 05:54 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Mengawali aktivitas Ramadhan 1442 Hijriyah, Senin (12/4) malam Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Ibu Kota Jawa Tengah memulai kegiatan sholat tarawih keliling di masjid Agung Kauman Semarang.

Dalam pengarahannya, walikota yang akrab disapa Hendi meminta masyarakat untuk taat dalam menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah. Hal itu disampaikan Hendi sebelum melakukan pemencetan tombol sirine sebagai tanda awal bulan Ramadhan tahun 1442 Hijriyah.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama telah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Selasa (13/4) berdasarkan hasil sidang isbat di Kantor Kementrian Agama.

BERITA TERKAIT:
Ikut Kompetisi Ramadan “Good to Bigood” dari Bigo Live Bisa Kantongin Rp30 Juta
Nasyiah Kramat II Kab Tegal Berdaya, Berkarya, dan Peduli Sesama
Bersiap Sambut Liga 1, Madura United Mulai Latihan Resmi Usai Lebaran
Nekat Beroperasi Saat Ramadan, 19 Pemandu Karaoke Ini Diamankan Satol PP
Jelang Larangan Mudik, Volume Penumpang KA di Daop 4 Semarang Masih Normal
DPRD Minta Pemerintah Kota Semarang Jaga Kestabilan Harga Sembako Saat Ramadhan
Ucapkan Selamat Ramadan, Joe Biden Kutip Ayat Alquran

Hendi kemudian menuturkan jika momen Ramadan tahun ini terasa lebih baik dari pada tahun lalu karena sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama, pelaksanaan ibadah Ramadan telah berangsur berjalan seperti biasa.

"Pada bulan Ramadhan tahun ini, telah diperbolehkan pelaksanaan tarawih baik di masjid ataupun di musholla, tetapi dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Maksimal 50% dari kapasitas, semua jamaah pakai masker, mau masuk dicek suhu tubuh, diberi jarak, dan nanti akan terus dievaluasi,” ujar Hendi, dalam keterangan persnya, Selasa (13/4).

Hendi menambahkan bahwa di tengah pandemi yang belum kunjung usai, banyak yang bisa disyukuri salah satunya adalah dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan.

“Indikatornya dapat terlihat pada jumlah saudara kita yang pada bulan Desember 2020 sebanyak 1.100 orang yang positif, hingga saat ini terus menurun dan grafiknya Alhamdulillah sudah melandai,” terangnya.

Terakhir, Hendi juga menghimbau agar masyarakat  memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya.

“Orang yang berpuasa, kondisi tidurpun mendapat pahala apalagi kita melakukan aktifitas yang bermanfaat. Maka sebagai bagian dari sedulur panjenengan Saya mengajak manfaatkanlah momentum Ramadhan ini dengan baik," jelas dia.

"Yang punya kelebihan rejeki, sisihkanlah sebagian rejeki untuk membantu saudara yang membutuhkan, yang punya kelebihan tenaga, kita bantukan tenaga kita untuk kemanfaatan lingkungan,  yang sudah uzur, mohon doakan kota Semarang agar warganya diberi sehat semakin sejahtera dan Semarang semakin hebat,” sambung rua.

Sementara Ketua Takmir masjid Agung Kauman KH. Hanif Ismail, Lc , menyebutkan bahwa penentuan awal ibadah puasa ini merupakan ketentuan rukyah yang telah disepakati untuk dimulainya puasa. 

“Oleh karena itu, manfaatkan  ramadhan tahun ini secara maksimal, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Hanif.


tags: #ramadan #tarawih #wali kota semarang #hendi #masjid

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI