OJK Regional 3 Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Sektor Pendidikan

"Artinya, inklusi keuangan masyarakat Jawa Tengah masih merupakan tantangan besar, mengingat target inklusi keuangan tahun 2024 adalah sebesar 90%," kata Indra

Jumat, 23 April 2021 | 06:30 WIB - Ekonomi
Penulis: Holy . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang - Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan Kota Semarang melalui sektor Pendidikan. Hal ini ditekankan saat OJK Kantor Regional 3 bersama dengan Ikatan Pegawai OJK menyelenggarakan acara dengan tema KR 3 Peduli Pendidikan: Anak Semarang Hebat dan Berprestasi, pada Rabu (21/4)

Salah satu cara peningkatan literasi dan inklusi keuangan tersebut yaitu Melanjutkan program di tahun 2020 yaitu pemberian bantuan Pendidikan melalui pembukaan tabungan pelajar sebanyak 1000 rekening. Tahun 2021 ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang serta Bank Jateng, OJK kembali memberikan bantuan pembukaan tabungan Simpanan Pelajar dan paket bimbingan belajar online kepada 752 pelajar SMP di Kota Semarang. 

BERITA TERKAIT:
Semakin Erat, Bank Jateng Kembali Jalin Kerjasama dengan UNS Surakarta
Terima Kunjungan dari Asahan, Bupati Kudus Sebut Miliki Akses Fasilitas Guru dan Sekolah Vokasi Mumpuni
Terkait Kesetaraan Pendidikan Perempuan, BKOW Jateng: Sangat Penting untuk Atasi Permasalahan
Radikalisme dan Terorisme Merusak Keutuhan Negara
OJK Regional 3 Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Melalui Sektor Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengapresiasi kepada OJK Regional 3 yang telah berkontribusi dan mendukung program Pemerintah Kota Semarang yang memfokuskan pada pembangunan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan KR 3, Indra Yuheri, mengatakan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, sehingga kedepan Kota Semarang dapat menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota lain untuk ikut andil dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi melalui program lain yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat yang masih menghadapi pandemi.

Berdasarkan survei OJK di tahun 2019, lanjutnya, Indeks Literasi Keuangan Jawa Tengah sebesar 47,38% lebih tinggi dibandingkan Indeks Literasi Keuangan Nasional sebesar 38,03%, sementara Indeks inklusi keuangan Jawa Tengah sebesar 65,71%, lebih rendah dibandingkan Indeks inklusi keuangan Nasional sebesar 76,19%. 

"Artinya, inklusi keuangan masyarakat Jawa Tengah masih merupakan tantangan besar, mengingat target inklusi keuangan tahun 2024 adalah sebesar 90%," kata Indra, Jumat (23/4)

Untuk itu, dalam upaya peningkatan inklusi dan literasi keuangan di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang, OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan telah meluncurkan empat program, diantaranya adalah Kampanye Simpanan Pelajar (SimPel dan SimPel iB) Goes To School. Produk tabungan yang ditujukan untuk pelajar dengan jumlah setoran minimal Rp1.000,00 dan tanpa biaya administrasi tersebut, telah diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran menabung sejak dini

Indra berharap agar sinergi antara OJK bersama dengan Pemerintah Kota Semarang dan Bank Jateng dapat terus terjalin dengan baik, sehingga semakin mendorong budaya menabung sejak dini bagi masyarakat Kota Semarang serta mendukung fungsi intermediasi Lembaga Jasa Keuangan agar lebih kontributif dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional khusunya di Jawa Tengah.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni perwakilan tenaga pendidik dan pelajar dari 180 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun Swasta di Kota Semarang, serta turut hadir secara virtual CEO dan founder dari Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara.


tags: #pendidikan #ojk regional 3 #peningkatan literasi #inklusi keuangan

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI