Bupati Jepara Dian Kristiandi kenakan baju hazmat, usai menyaksikan secara langsung prosesi pemulasaraan jenazah probable Covid-19 di RSI Sultan Hadlirin Jepara, Selasa (4/5/2021) malam.

Bupati Jepara Dian Kristiandi kenakan baju hazmat, usai menyaksikan secara langsung prosesi pemulasaraan jenazah probable Covid-19 di RSI Sultan Hadlirin Jepara, Selasa (4/5/2021) malam.

Saksikan Langsung, Bupati Jepara Pastikan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Sesuai Syariat

Masyarakat tidak perlu lagi meragukan prosesi pemulasaraan terhadap jenazah Covid-19.

Rabu, 05 Mei 2021 | 16:35 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jepara– Bupati Jepara Dian Kristiandi memastikan jika pemulasaraan jenazah Covid-19 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sesuai dengan syariat islam. Hal ini disampaikan Bupati Jepara usai menyaksikan secara langsung prosesi pemulasaraan jenazah probable Covid-19 di RSI Sultan Hadlirin Jepara, Selasa (4/5/2021) malam.
 
Kehadiran orang nomor satu di Jepara untuk menyaksikan prosesi pemulasaraan ini, sekaligus menepis kabar yang menyebut jika pemulasaraan jenazah Covid-19 di kota ukir dilakukan tidak sesuai dengan syariat islam bagi jenazah muslim.
 
“Setelah melihat fakta lapangan, maka saya pastikan pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani hingga menyolati sesuai dengan syariat islam maupun protokol kesehatan yang telah ditentukan. Toh, keluarga korban juga ikut ambil bagian dalam proses pemulasaraan  ini,” kata Bupati Andi.
 
Untuk itu, lanjut Bupati Andi, masyarakat tidak perlu lagi meragukan prosesi pemulasaraan terhadap jenazah Covid-19. Sebab, semuanya telah dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan maupun tata cara yang dianjurkan oleh syariat islam. “Masyarakat tidak perlu ragu lagi terhadap proses pemulasaraan, sebab sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tandas politisi PDI PErjuangan ini.
 
Sejak awal pandemi ini muncul, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara sebenarnya telah mengelar pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Pelatihan ini diberikan kepada sejumlah relawan mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Jepara, Palang Merah Indonesia (PMI), Pemuda Ansor dan Muhammadiyah, serta Pramuka Jepara.
 
Pelatihan ini sebagai bentuk kesiapan Jepara dalam menghadapi pandemi. Apalagi, beberapa kasus terakhir, banyak masyarakat yang takut dan waswas saat melakukan pemulasaran jenazah Covid-19.
 
Melalui pelatihan tersebut diharapkan bisa memberi pengetahuan yang benar dalam penanganan jenazah Covid-19. Sehingga tidak terjadi kesalahan yang justru akan membahayakan diri relawan, pihak keluarga maupun masyarakat sekitar.

BERITA TERKAIT:
Cegah Peningkatan Kasus, Bupati Jepara Minta Perusahaan Perketat Penerapan Prokes
TMMD Tahap II Kodim Jepara akan Bangun Jalan dan Rumah di Desa Kunir
Pemkab Jepara Kaji Usulan Jadikan RSUD Kartini Jadi RS Khusus Covid-19
Pembukaan TMMD Sengkuyung II Tahun 2021 Tanpa Upacara
Zona Merah, Penutupan Wisata di Jepara Diperpanjang, Kuliner Hanya Take Away
Antisipasi Melonjaknya Kasus, Pemkab Jepara Tambah Tempat Karantina Terpadu
Zona Merah, Pentas Hiburan Dilarang di Jepara


tags: #bupati jepara dian kristiandi #pemulasaraan jenazah #covid-19 #bupati andi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI