Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Eddy Omar Sharif Hiariej. Foto istimewa.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Eddy Omar Sharif Hiariej. Foto istimewa.

Wamenkumham Klarifikasi Video Terkait KPK

Video itu sempat viral sekitar Agustus hingga September 2019.

Sabtu, 08 Mei 2021 | 16:05 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Adanya berita dan beredarnya video rekaman yang menyebut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengintervensi para hakim dalam memutus perkara, diklarifikasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Klarifikasi itu disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Eddy Omar Sharif Hiariej melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/5/2021). "video yang beredar adalah video lama dalam acara bedah buku di Kampus UII lama sekitar 22 Januari 2019," ucapnya.

Seperti diketahui sebuah video yang diunggah pengguna Twitter @_AnakKolong, menyebutkan perilaku tidak etis dari para penyidik KPK

BERITA TERKAIT:
PRIMA: Harapan Baru Indonesia, Partainya Rakyat Biasa!
Wamenkumham Klarifikasi Video Terkait KPK
Kemenkumham Cegah Azis Berpergian ke Luar Negeri Selama Enam Bulan ke Depan
AHY Sampaikan Surat Resmi Partai Demokrat Kepada Kemenkumham
ICW Rilis 22 Napi Koruptor, Usia Diatas 60 Tahun
1.152 Napi Dapat RK Nyepi

Media yang memberitakan isi rekaman tersebut, disayangkan oleh Eddy, karena hanya bersumber sepenuhnya pada isi rekaman dan informasi dari media sosial tanpa klarifikasi.

"Menurut saya, pemberitaan itu sangat tidak etis. Berita yang dimuat diambil sepenuhnya dari video dan informasi media sosial tanpa klarifikasi kepada saya," terangnya.

video itu sempat viral sekitar Agustus hingga September 2019, atau jelang revisi Undang-Undang KPK. Dan video itu kembali menjadi perbincangan, disaat KPK mendapat sorotan.

Karena itu, Eddy menilai ada yang berusaha melakukan framing. "Tampaknya ada yang mau mencoba framing video lama yang dikaitkan dengan situasi terkini untuk memperkeruh suasana," bebernya.

Pers pun, diminta oleh Eddy lebih hati-hati dalam pemberitaan serta mengedepankan integritas, bukan semata mengejar kecepatan dan jumlah pembaca dengan cara menyajikan berita kontroversial tanpa upaya keberimbangan.

"Harap pers dalam menerbitkan berita lebih beretika dan bermartabat apalagi memperkeruh suasana di tengah perhatian kita bersama untuk menanggulangi pandemi COVID-19," pungkasnya.


tags: #kemenkumham #kpk #video #viral #media sosial

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI