Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK

Selain mengamankan 10 orang, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait perkara itu.

Senin, 10 Mei 2021 | 13:30 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Nganjuk- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) salah satu kepala daerah di wilayah Jawa Timur, pada Minggu (9/5/2021). OTT itu dilakukan terkait dugaan jual-beli jabatan di wilayah pemerintahannya.

Kepala daerah yang terjaring OTT itu adalah Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Novi Rahman memimpin Nganjuk untuk masa periode 2018-2023, Ia berpasangan dengan Marhaen Djumadi. 

Menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (10/5/2021), OTT itu merupakan kerjasama KPK dengan Bareskrim Polri. Pihak kepolisian telah menyelidiki kasus itu sejak bulan April 2021.

BERITA TERKAIT:
KPK akan Dalami Fakta Persidangan Edhy Prabowo
MAKI akan Ajukan Uji Materi UU terkait Mangkirnya Ketua KPK Saat Dipanggil Komnas HAM
Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK
Gelar Aksi Damai Dukung KPK, Mahasiswa Solo Minta Firli Bahuri Mundur
Komnas HAM akan Undang Pimpinan KPK Terkait Pegawai Tak Lolos TWK
AKP Robin Selain Terlibat Tanjungbalai Juga Terima Uang Bupat Kutai
Polri Tarik Anggotanya yang Bertugas di KPK

"KPK sejak awal dalam kegiatan ini, men-support penuh Tim Bareskrim Mabes Polri yang telah melakukan penyelidikan sejak sekitar April 2021 atas dugaan TPK penerimaan sejumlah uang untuk mengurus promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk," ucapnya.

Saat ini, lanjut Ali, proses pemeriksaan masih dilakukan. Dalam penangkapan itu KPK berhasil mengamankan 10 orang. "Informasi yang kami terima sejauh ini, tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk, terhadap sekitar 10 orang yang diamankan. Di antaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN (aparatur sipil negara) di Pemkab Nganjuk," ungkapnya.

Selain mengamankan 10 orang, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait perkara itu. Barang bukti yang berhasil diamankan itu berupa uang dalam pecahan rupiah namun untuk total jumlahnya masih dalam proses konfirmasi.

"Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut," kata Ali.

Terkait penangkapan itu, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk.


tags: #kpk #bareskrim #ott #jual beli jabatan #bupati nganjuk

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI