Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono

Argo: Penangkapan Bupati Nganjuk Wujud Sinergi KPK dan Bareskrim

Pihak KPK dan Bareskrim mulai menangani kasus tersebut di bulan April 2021. 

Selasa, 11 Mei 2021 | 11:07 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Penangkapan terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono merupakan wujud sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Bareskrim Polri.

Sinergi antar penegak hukum itu, merupakan pertama kalinya dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah. Hal itu disampaikan Argo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021). "Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah," ucapnya.

KPK dan Bareskrim Polri, seperti disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

BERITA TERKAIT:
Argo: Penangkapan Bupati Nganjuk Wujud Sinergi KPK dan Bareskrim
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Khofifah Ingatkan Jaga Amanat
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK

Lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara, jelas Argo bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

"Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi," bebernya.

KPK telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5).

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu, KPK dan Bareskrim menyitas ejumlah barang bukti. Barang bukti itu antara lain uang senilai Rp647.900.000 dari brankas pribadi Bupati Nganjuk, delapan unit telepon genggam, dan satu buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Bareskrim Polri selain menangkap Bupati Nganjuk juga turut serta mengamankan beberapa pejabat daeah itu, mereka antara lain Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjunganom dan Plt Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M Izza Muhtadin.

Setelah ditetapkan tersangka, penyidikan kasus dugaan korupsi Bupati Nganjuk kemudian dilanjutkan oleh Bareskrim Polri.

Kasus itu sendiri terungkap, berawal dari dari laporan adanya dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengisian jabatan perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur.

Pihak KPK dan Bareskrim mulai menangani kasus tersebut di bulan April 2021. 

Setelah dilakukan permintaan keterangan diperoleh fakta bahwa dugaan penerimaan sejumlah uang dimaksud dikumpulkan atas arahan Bupati Nganjuk.


tags: #bupati nganjuk #ott #kpk #bareskrim

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI