Polrestabes Semarang saat jumpa pers kasus pembunuhan pemandu lagu bernama Alip Surani alias Ratna (31), Rabu (12/5). (Foto: KuasaKatacom).

Polrestabes Semarang saat jumpa pers kasus pembunuhan pemandu lagu bernama Alip Surani alias Ratna (31), Rabu (12/5). (Foto: KuasaKatacom).

Motif Ekonomi Jadi Alasan Dafa Bunuh Pemandu Lagu di Puspanjolo Semarang

Barang milik korban dijual melalui pelaku bernama Ibnu dengan Rp 1,2 Juta.

Rabu, 12 Mei 2021 | 19:16 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Polrestabes Semarang mengungkapkan motif pelaku pembunuhan terhadap seorang pemandu lagu bernama Alip Surani alias Ratna (31) yang tewas di Kamar Kosnya, di Puspanjolo Selatan, Semarang Barat, pada Jumat (7/5) lalu. Motifnya yakni untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi pelaku.

Hal itu terungkap saat Polrestabes Semarang menggelar jumpa pers kasus pembunuhan, pada Rabu (12/5). 

KaPolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan ada dua pelaku terkait pembunuhan Ratna. Pelaku pembunuhan utama yakni seorang pria berambut gondrong bermama Dafa. Pelaku lainnya bernama Ibnu, dia bertugas menjual barang barang milik korban yang sebelumnya digondol Dafa. 

BERITA TERKAIT:
Berantas Premanisme, Polisi Amankan 281 Orang di Semarang
Curi Motor, Dua Pria ini Terancam Hukuman Penjara
Curi Satria, Dua Pria Ini Terancam Hukuman Penjara
Sempat Viral, Kasus Penganiayaan di Semarang Ini Berakhir Damai
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Gombel Lama Semarang
Curi Mobil, Seorang Pelajar di Semarang Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun
Berniat Lerai Tawuran, Tiga Warga Malah Jadi Korban Pembacokan

"Mengapa atau alasan apa kamu nekat melakukan aksi kejahatan ini kepada korban?," tanya Kombes Irwan kepada Pelaku Dafa.

"Pertama, karena masalah ekonomi pak," jelas Dafa. 

Dafa menjelaskan, barang barang milik korban yang digondolnya itu lantas dia jual untuk mengasilkan uang. Uang yang ada selanjutnya untuk memenuhi kebutuhannya.

"Hasilnya lumayan tuh pak. Bisa untuk ekonomi. Untuk kebutuhan sehari hari," beber Dafa.

Barang milik korban, kata dia, dijual melalui pelaku bernama Ibnu. Dari penjualan itu, Dafa mengantongi uang sebesar Rp 1,2 Juta.

"Barang pertama menghasilkan 500 ribu, barang kedua hasilnya 700 ribu," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Dafa mengungkapkan, usai membunuh korban, dirinya melarikan diri bersama Ibnu ke Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Semarang. Keduanya menginap di rumah kerabat Ibnu. Di Grobogan, kedua pelaku tinggal selama dua hari. Sedangkan di Kabupaten Semarang, keduanya tinggal selama tiga hari dua malam. 

"Di Grobogan dan Kabupaten Semarang saya tinggal di tempat saudaranya Ibnu," jelas dia.

"Berarti selama bersembunyi kamu engga keluar uang ya?," tanya Kombes Irwan. 

"Ya keluar uang pak. Untuk makan saya dan makan dia Ibnu," ucap Dafa.


tags: #polrestabes semarang #pembunuhan #pemandu lagu #alip surani

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI