Ilustrasi petasan, Foto: Istimewa

Ilustrasi petasan, Foto: Istimewa

Penyebab Ledakan Petasan yang Tewaskan Pemuda di Kudus Terungkap

Salah satu pemuda berusaha membuat sumbu dengan menotok atau memukul-mukulnya dengan besi.

Jumat, 14 Mei 2021 | 12:20 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Seorang pemuda tewas dan tiga orang luka dirawat di rumah sakit akibat ledakan petasan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah. 

"Analisa kemarin bahwasanya karena tekanan dan gesekan panas menimbulkan percikan api sehingga mengakibatkan mercon itu meledak," ungkap Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Jumat (14/5).

Ia menambahkan, kronologi kejadian bermula saat ada sekelompok pemuda sedang bermain petasan di jalan Desa Karangrowo Kecamatan Undaan saat malam takbir, Rabu (12/5) kemarin. Saat itu sejumlah pemuda itu akan menyalakan petasan yang berukuran 50 sentimeter dan diameter 10 sentimeter. Namun mereka lupa tidak membuat sumbu pada petasan tersebut.

BERITA TERKAIT:
Pemkab Kudus Kembali Keluarkan Kebijakan  Lima Hari di Rumah Saja
Hartopo: Tak Perlu Takut Varian Covid-19 India Kalau Taat Prokes
Pasien Corona Asal Kudus yang Meninggal di Donohudan Bertambah
Ganjar Sebut, Kasus Corona di Kudus Mulai Menurun
Pemkab Kudus Anggarkan Rp67 M untuk Tangani Covid-19
33 Orang Batal Diisolasi ke Donohudan Boyolali
Warga Kudus Isolasi di Donohudan Boyolali Bertambah 23 Orang

"Jadi kronologis kejadian, ada sekelompok pemuda mereka menyalakan mercon kemudian pada saat mercon besar ukuran panjang 50 sentimeter kemudian diameter 10 sentimeter akan dinyalakan ternyata mereka lupa membuat lubang untuk sumbu. Kemudian sehingga inisiatif untuk melubanginya," bebernya.

Lebih lanjut, ia menyebut salah satu pemuda berusaha membuat sumbu dengan menotok atau memukul-mukulnya dengan besi. Nahasnya saat korban TM (20) memukul dengan keras, petasan tersebut meledak.

"Karena atasnya terbuat dari semen membutuhkan besi yang biasa dipakai untuk sepeda kemudian ditotok menggunakan palu dari kayu, namun tidak berhasil. Seorang inisiatif alias Ndor (TM korban yang tewas) menotok dengan keras, sehingga meledak," tukasnya.

Diketahui, satu pemuda berinisial TM tewas. Sedangkan tiga pemuda lainnya, MA (16), MF (17), dan KA (18) mengalami luka dan saat ini masih dirawat di rumah sakit. "Kondisinya masih dirawat di Mardi Rahayu. Informasi kemarin kakinya yang ada luka di paha, kakinya patah. Ada luka di jari," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah menetapkan seorang penjual bahan peledak berinisial AM (42) sebagai tersangka atas kejadian ledakan petasan maut tersebut. Tersangka terancam hukum penjara seumur hidup atau hukuman mati. "Pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun," pungkasnya.


tags: #kabupaten kudus #petasan #tewas #pemuda

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI