Ilustrasi tersangka, Foto: Istimewa

Ilustrasi tersangka, Foto: Istimewa

Tersangka Ledakan Petasan Maut di Kudus Terancam Hukuman Mati

Tersangka berpengalaman meracik petasan karena dulunya bekerja di tambang daerah Sukolilo.

Jumat, 14 Mei 2021 | 12:45 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kudus - Ledakan petasan mengakibatkan seorang pemuda tewas dan tiga orang lainnya dirawat di rumah sakit Kabupaten Kudus. Polisi menetapkan seorang penjual bahan peledak sebagai tersangka.

"Hasil pengembangan penyidikan kami bahwasannya membuat mercon (petasan) untuk kepentingan sendiri, dan membeli bahannya di Pati kita amankan penjualnya dengan inisial AM, profesinya petani dan berkebun," ungkap Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Jumat (14/5).

Ia menambahkan, tersangka diamankan di kediamannya di Desa Baleadi Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Kamis (13/5). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya alat meracik petasan dan kertas. "Barang ada alat meracik petasan dan juga ada kertas yang gampang diperoleh," imbuhnya.

BERITA TERKAIT:
Polisi Resmi Tetapkan Anji Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba
Pelaku Pembunuhan Pengendara Ojol di Flyover Kersana Diringkus
Positif Covid-19, RWS Tersangka Ujaran Kebencian Batal Ditahan
Bawa Rokok Ilegal, Seorang Pria di Grobogan Diamankan Bea Cukai Semarang
Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Takmir Masjid di Demak
Polisi Ungkap Motif Para Tersangka Aniaya Ridwan Hingga Tewas
Terungkap! Ayah di Kudus Bunuh Anaknya karena Tolak Digauli

Lebih lanjut, ia menyebut tersangka berpengalaman meracik petasan karena dulunya bekerja di tambang daerah Sukolilo. "Dulu pernah berkerja di Tambang daerah Sukolilo, Pati. Di situ bahan untuk membuat peledak meracik sendiri. Mulai menjual sejak dua tahun belakangan ini," tukasnya.

"Kita ambil barang-barang di rumah dan TKP-nya. Ini alatnya digunakan tersangka menimbang untuk meracik dan membuat petasan," sambungnya.

tersangka, lanjut dia, terancam hukum penjara seumur hidup. "Pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun," ungkapnya.

tersangka AM menjelaskan sudah dua tahun terakhir berjualan bahan peledak. Terutama saat bulan Ramadhan. Dia mengaku menjual satu kilo bahan peledak seharga Rp 150 ribu.

"Sudah dua tahun belakangan ini berjualan bahan peledak. Tapi puasa saja. Kemarin 6 kilogram. Satu kilo Rp 150 ribu. Ke daerah sana sendiri," kata AM.

"Kalau pemuda (Karangrowo) itu belinya 2,2 kilogram," pungkasnya.


tags: #tersangka #petasan #tewas #pemuda #kabupaten kudus

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI