Ilustrasi jenazah. Foto: Istimewa.

Ilustrasi jenazah. Foto: Istimewa.

Empat Orang Tewas Kebumen Akibat Ledakan Petasan, Kapolda: "Low Explosive"

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:43 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Kebumen - Empat orang tewas akibat ledakan bahan petasan di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Rabu (12/5). Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan ledakan tersebut termasuk low explosive. petasan yang meledak itu dibeli secara online dari Pati, Jawa Tengah. Hingga saat ini masih ada dua korban yang dirawat di RS Prembun dan RS Margono Purwokerto. Kemudian dua korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.

"Itu low eksplosif, jadi ya akibatnya separo rumahnya bubrah, pintunya aja jebol," umgkap Ahmad Luthfi saat jumpa pers di Mapolres Kebumen, Jumat (14/5).

Ia menambahkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan ratusan selongsong petasan. "Jadi di TKP ditemukan 400 selongsong, karena pelaku dan korbannya mati ya itu nggak tahu mau dijual atau gimana yang jelas di TKP masih ditemukan 4 kg sisa bahan mercon," imbuhnya.

BERITA TERKAIT:
Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Tabrak Lari
Pemotor Terjerat Kabel Internet, Penumpang Tewas Mengenaskan
Innalillahi, Mbah Cipto Warga Klaten Tewas Mengenaskan Tertabrak KRL
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong Jalan Borobudhur Timur Semarang
Terlibat Kecelakaan di Wonogiri, Pengemudi Sedan Asal Sukoharjo Tewas
Hendak Nyebrang, Sutarno Tewas Tertabrak Motor
Pelajar SMP Asal Cirebon Tewas Tenggelam di Sungai Cisanggarung

Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak bermain-main dengan petasan. Bahkan, karena kepemilikan petasan dan bahan peledak lain, warga bisa diancam hukuman 20 tahun penjara.

"Jadi kita imbau untuk masyarakat Jawa Tengah meskipun kita merayakan Hari Raya Idul Fitri coba dikikis tradisi-tradisi untuk bikin petasan karena bisa mengancam jiwa harta. Masyarakat kita untuk tidak main-main dengan petasan ini, bisa kita kenakan undang-undang nomor 12 tahun 1951 dan ancamannya 20 tahun itu. Jadi tolong masyarakat hati-hati," bebernya.

Ledakan itu, lanjut dia, disebabkan karena korban merokok pada saat meracik petasan. Hingga kini, polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. "Penyebabnya itu sambil ngerokok sambil ngeracik, lha mbledos to yo. Belum (belum ada tersangka) masih kita periksa masih kita dalami semua," tutupnya.


tags: #tewas #petasan #kabupaten kebumen

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI