Foto istimewa.

Foto istimewa.

Bulan Ini, Masyarakat Adat Badui Laksanakan Perayaan Seba

Tradisi Seba tahun ini rencananya dihadiri 20 orang.

Selasa, 18 Mei 2021 | 19:33 WIB - Budaya
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Lebak- Meski masih pandemi Covid-19, masyarakat komunitas Adat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten berencana menggelar upacara tradisi Seba.

Tradisi Seba ini merupakan bentuk silatuhrahim mereka kepada pemerintah daerah, dan wujud syukur masyarakat Badui karena selama setahun mendapatkan kelimpahan hasil pertanian ladang.

Tokoh masyarakat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Djaro Saija di Lebak, beberapa waktu lalu mengatakan telah menyerahkan surat pelaksanaan Seba itu. "Kami sudah menyerahkan surat pemberitahuan menyampaikan pelaksanaan Seba akan digelar 21-22 Mei 2021," ucapnya.

BERITA TERKAIT:
Bulan Ini, Masyarakat Adat Badui Laksanakan Perayaan Seba
Beredar Video Deklarasi PKB Banten Dukung Pelaksanaan MLB
Bupati Lebak Klarifikasi Ucapannya Terkait Santet Moeldoko
Masyarakat Baduy Bahagia dapat Bantuan Kemensos
Terlibat Perkelahian, Satu Orang Tewas
Banjir Terjang Wilayah Lebak, Banten

masyarakat Badui, kata Djaro Saija, biasanya melakukan upacara tradisi Seba dengan banyak orang atau hingga mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun karena masih situasi pandemi, jumlah warga yang terlibat akan dibatasi.

Tradisi Seba tahun ini rencananya dihadiri 20 orang, sedangkan pada tahun sebelumnya 17 orang. "Kami tetap melaksanakan ritual tradisi Seba, karena titipan dari leluhur yang harus dilaksanakan," terangnya.

Tradisi Seba oleh masyarakat Badui, ujar Djaro Saija ditandai dengan penyerahan hasil bumi atau pertanian ladang kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Hasil pertanian ladang tersebut antara lain pisang, beras ketan dan beras huma, petai, gula merah. 

Warga Badui dalam menjalankan tradisi Seba, akan berjalan kaki selama kurang lebih 12 jam serta menempuh jarak lebih dari 100 kilometer.

Seperti pada tahun 2020, perayaan tradisi Seba dilaksanakan warga Badui namun tidak ditemui Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Saat itu mereka ditemui pejabat pemerintah daerah, seperti Dinas Pariwisata setempat. Kemungkinan tahun ini perayaan Seba juga tidak ditemui oleh pimpinan daerah, meski begitu warga Badui tidak mempermasalhkan hal itu. 

"Kami tidak menjadikan masalah dengan siapa pun harus ditemui, namun tradisi Seba tetap bisa dilaksanakan, karena titipan dari leluhur," tutupnya.
 


tags: #lebak #banten #masyarakat #adat #gubernur

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI