FHK Unika Soegijapranata Semarang saat menggelar diskusi literasi hukum, secara daring, Minggu (30/5). (Foto: Humas Unika/ KuasaKatacom).

FHK Unika Soegijapranata Semarang saat menggelar diskusi literasi hukum, secara daring, Minggu (30/5). (Foto: Humas Unika/ KuasaKatacom).

Diskusi FHK Unika: Masyarakat Marginal Belum Begitu Paham Hukum dan HAM

Diskusi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi hukum bagi masyarakat.

Selasa, 01 Juni 2021 | 09:53 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK), Unika Soegijapranata Semarang menggelar diskusi literasi hukum, secara daring, pada Minggu (30/5) kemarin. Adapun topik yang diangkat yakni "Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan HAM", dan pertemuan serial kedua dengan topik "Pengenalan Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan HAM Bagi Komunitas, Masyarakat Marginal dan Masyarakat Umum".

Berdasar siaran pers dari Humas Unika yang diterima redaksi pada Selasa (1/6), diskusi itu untuk meningkatkan kemampuan literasi hukum bagi masyarakat luas termasuk komunitas baik buruh, petani, nelayan, perempuan, pemerhati anak, LSM, pengurus Gereja, aparat pemerintah dan aparat hukum.

BERITA TERKAIT:
Meski Hujan, Pendukung Ganjar-Mahfud Tetap Semangat Ikuti Hajatan Rakyat
Hari Terakhir Kampanye, Ganjar-Mahfud Gelar Hajatan Rakyat di Solo dan Semarang
Polda Jateng Akui Minta Video ke Sejumlah Akademisi, tapi Untuk Pemilu Damai
Legenda Makam Mbah Samud di Pemakaman Bergota Semarang, Wali yang Semasa Hidup Menyaru sebagai Gelandangan dan Kuli Panggul di Pasar Bulu 
DayTrans Luncurkan Rute Perjalanan Bandara Semarang Menuju Solo

Wakil Dekan FHK Unika Dr Y Budi Sarwo SH MH menjelaskan diskusi ini digelar dengan berangkat dari penelusuran hasil-hasil pengabdian FHK yang dilakukan sebelumnya. Dari pengabdian itu, diketahui bahwa dalam masyarakat marginal belum begitu memahami hukum dan hak asasi manusia (HAM).

"Sehingga atas usulan Dekan FHK Unika, maka diselenggarakan suatu wadah untuk melakukan pendampingan dan pemahaman bagi masyarakat yang dilakukan oleh para pengajar FHK Unika melalui pertemuan yang dilaksanakan sebanyak enam kali dalam bentuk serial literasi hukum dan HAM," papar Dr Budi Sarwo.

Hal tersebut perlu dilakukan, kata dia, karena minimnya literasi hukum atau ketidakpahaman masyarakat marginal terhadap sistem dan substansi hukum. Oleh karena itu FHK Unika Soegijapranata menyelenggarakan kegiatan serial dalam bentuk penyuluhan tentang sistem dan substansi hukum di Indonesia, dengan berjejaring bersama komunitas-komunitas baik buruh, petani dan nelayan, perempuan, pemerhati anak dan lain-lain, LSM dan pengurus Gereja.

"Disamping itu juga untuk memberikan pelatihan cara-cara penanganan klien dan atau masalah hukum kepada seluruh jejaring komunitas, LSM, pengurus Gereja dan setiap setiap pihak yang yang berkeinginan untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem dan substansi hukum," jelasnya.

Berikutnya, lanjut dia, juga memperluas jejaring antara Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata dengan berbagai lembaga,  serta memberikan wadah bagi dosen untuk  berkarya dalam bentuk pengabdian masyarakat.

***

tags: #semarang #unika #diskusi #literasi hukum

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI