Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Foto: Istimewa

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Foto: Istimewa

Unhan Akan Beri Gelar Profesor Kehormatan Megawati

Pemberian gelar profesor tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua Umum PDIP itu dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

Selasa, 08 Juni 2021 | 09:25 WIB - Didaktika
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Universitas Pertahanan (Unhan) akan mengukuhkan gelar profesor kehormatan atau guru besar tidak tetap kepada Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"Pada hari Jumat (11/6/2021) akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," ungkap Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6).

Ia menambahkan, sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati Soekarnoputri. Karya ilmiah itu merupakan syarat pengukuhan menjadi profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik Fakultas Strategi Pertahanan.

BERITA TERKAIT:
Hari Anak Nasional, Megawati Beri PR: dari Mana Asal Kodok?
Innalillahi, Rachmawati Soekarno Meninggal Dunia
Megawati Populerkan Salam Pancasila
Utut: Tidak Masalah Kalau Ada Yang Mencapreskan Ibu Mega
Megawati: Kepemimpinan Strategik Tak Hanya Bicara Keberhasilan Masa Lalu
Rektor Unhan Nilai Jarang Ada Pemimpin Perempuan Seperti Megawati
Unhan Kukuhkan Gelar profesor kehormatan kepada Megawati Soekarnoputri

Pemberian gelar profesor, kata dia, juga tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua Umum PDIP itu dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

"Unhan RI mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia," tukasya.

"Ibu Megawati menjadi presiden pertama perempuan di negara kita. Di era Ibu Megawati pertama kalinya diselenggarakan pemilihan umum legislatif dan presidensial secara langsung," sambungnya.

Selain itu, ia menyebut sejumlah guru besar yang menjadi promotor Megawati menjadi profesor kehormatan. Beberapa guru besar dari dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri. Sementara guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan dan Prancis.


tags: #megawati #pdip # profesor kehormatan #universitas pertahanan #unhan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI