Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Foto: Istimewa

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Foto: Istimewa

Pedangdut Betty Elista Tak Hadiri Sidang Edhy Prabowo

Betty Elista telah dua kali dipanggil KPK.

Rabu, 09 Juni 2021 | 09:58 WIB - Ragam
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - pedangdut Betty Elista tidak hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap ekspor benih lobster atau benur dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Menurut Jaksa KPK, Betty absen tanpa keterangan.

"Kita sudah panggil tapi yang bersangkutan nggak datang, alasannya sampai sekarang kita nggak tahu kenapa karena nggak ada konfirmasi dari yang bersangkutan," ungkap jaksa KPK Zainal Abidin seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (8/6).

Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Betty. Ketidakhadiran tersebut tidak terlalu menghambat pembuktian perkara dalam sidang. "Nggak, satu saksi kan nggak mengganggu karena kan masih banyak saksi-saksi, saksi yang kita periksa kan 60-an lebih. Satu saksi tidak berpengaruh pada pembuktian kita," ungkapnya.

BERITA TERKAIT:
Edhy Prabowo Sidang Kasus Tuntutan Suap Ekspor Benur 29 Juni
KPK akan Dalami Fakta Persidangan Edhy Prabowo
Pedangdut Betty Elista Tak Hadiri Sidang Edhy Prabowo
Pedangdut Betty Elista Jadi Saksi Persidangan Edhy Prabowo
Edhy Prabowo Tak Melawan Saat Didakwa Terima Rp25,7 M Terkait Ekspor Benur
KPK Kembali Panggil Enam Saksi Terkait Kasus Edhy Prabowo
Hari Ini, KPK Panggil Lima Orang Saksi untuk Kasus Edhy Prabowo

Sebelumnya, Betty Elista dijadwalkan sebagai saksi dalam sidang suap ekspor benur. Dari tujuh saksi yang rencananya dihadirkan, hanya empat yang hadir.

Empat saksi yang hadir adalah Dibagus Aryoseto, Amanda Tita Mahesa, Qushairi Rawi, dan Sugianto. Dua nama terakhir hadir secara virtual. Sedangkan tiga saksi yang absen adalah Riva Rovikoh, Devi Komalasari, dan Betty Elista.

Diketahui, Betty Elista telah dua kali dipanggil KPK terkait kasus dugaan suap ekspor yang menjerat Edhy Prabowo (EP) pada 17 dan 18 Maret 2021. Pada pemeriksaan pertama, KPK mengatakan penyidik menelusuri soal aliran uang dari Edhy Prabowo ke Betty Elista. Setelah itu, pada pemeriksaan berikutnya, KPK menyita rekening koran milik Betty.

"Kamis (18/3) Tim Penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan pada saksi Betty Elista (penyanyi). Adapun pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan rekening koran bank yang diduga ada aliran sejumlah uang dari tersangka EP melalui tersangka AM (Amiril Mukminin)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, Edhy Prabowo telah buka suara terkait uang suap ekspor benur yang diduga mengalir ke Betty Elista. Tapi Edhy mengklaim tidak mengenal Betty.

"Betty? (Saya) Nggak kenal," jawab Edhy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Edhy Prabowo bersama stafsus, Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, Safri selaku stasfus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Edhy dkk didakwa menerima uang suap dengan total Rp25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengatakan uang suap diterima Edhy dari beberapa tangan anak buahnya.


tags: #edhy prabowo # pedangdut betty elista #suap #korupsi #benur

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI