Satpol PP Kota Semarang saat menyegel gerai McD di Citraland, Rabu (9/6). (Foto: KuasaKatacom).

Satpol PP Kota Semarang saat menyegel gerai McD di Citraland, Rabu (9/6). (Foto: KuasaKatacom).

Sebabkan Kerumunan, Lima Gerai McD Disegel Satpol PP

Fajar Purwoto mengatakan adanya kerumunan ini karena adanya program Promo BTS Meal.

Rabu, 09 Juni 2021 | 14:49 WIB - Ragam
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Semarang - Satpol PP Kota Semarang menyegel lima gerai makanan cepat saji McDonald (McD). Penyegelan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait kerumunan driver ojek online di gerai tersebut. 

Adapun lima gerai McD tersebut yakni yang berada di Jalan Pandanarang, di Citraland, di Java Mal, di Jalan Majapahit dan yang di Jalan Pamularsih. Penyegelan itu dilakukan dengan memasang stiker peringatan penyegelan. Driver ojek online yang berkerumun yakni driver Gojek dan Grab. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan adanya kerumunan ini karena adanya program promo BTS Meal yang dilaunching pihak McD pusat. 

BERITA TERKAIT:
Soal Penutupan Jalan di Semarang, Hendi: Untuk Kurangi Mobilitas Warga
HRS: Indikasi Kebangkitan PKI Bukan Ngarang Cerita
PKM Diperketat, Hendi Bakal Tegas Bubarkan Semua Kerumunan
Lagi, Vaksinasi di Kantor Gubernuran Sebabkan Kerumunan
Satpol PP Bubarkan Enam Titik Kerumunan di Semarang
Tak Terima Dituntut Enam Tahun Penjara, HRS Sebut Ahok-Djoko Tjandra
Pagi Ini, Tak Nampak Adanya Kerumunan di Sentra Vaksinasi Gradhika

"Ini karena adanya program BTS. Saya enggak nyalahkan driver ojek onlinenya. Tapi pihak managementnya aja yang engga mau ngurusi. Jadinya kami tindak," kata Fajar.

Fajar mengatakan, penindakan tegas ini karena Pemerintah Kota Semarang tak ingim kasus corona meledak seperti di Demak dan Kudus hanya karena warga melanggar protokol kesehatan

"Ada warga yang lapor lalu kami tindak. Kami kan penegak peraturan daerah," jelasnya.

Penyegelan itu, kata dia, akan berlangsung selama dua hari.

"Nanti biar pihak management klarifikasi dulu ke Satpol PP," tegas dia.

"Kalau kaya gini, pengusaha nggampangke (menyepelekan-red) peraturan," sambungnya.

Dia pun meminta para pelaku usaha agar tak menyepelekan protokol kesehatan agar tak terjadi penularan corona. Sebab kasus corona di Kota Semarang sudah mencapai 1036 kasus aktif.

"Kasihan pemerintah bersama TNI Polri mengedukasi PPKM Mikro terus tapi pengusahanya malah menyepelekan. Siapapun yang melanggar akan kami tindak tegas," tandas Fajar.


tags: #kerumunan #promo #satpol pp kota semarang #bts meal

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI