Pemprov Jateng Tak Siap, Vaksinasi Gratis Malah Timbulkan Kerumunan

Setiap warga yang datang mesti diatur posisinya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rabu, 09 Juni 2021 | 17:59 WIB - Kesehatan
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Semarang– Vaksinasi gratis yang diselenggarakan di Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah, justru menimbulkan kerumunan. Antusias kedatangan masyarakat tak diimbangi dengan pengaturan sehingga jumlah petugas pun nampak tak seimbang.

Dengan hanya membawa KTP, masyarakat berbondong-bondong datang di gedung Gradhika. Vaksinasi gratis tersebut dimulai sejak Selasa (8/9/2021). Semula, antrean tertata rapi. Namun begitu kehadiran masyarakat yang berlipat membuat kursi-kursi di bawah tenda antrean tak lagi mencukupi.

Warga yang datang rela mengantre dan berdiri berjubel di sekitar tenda. protokol kesehatan pun tak lagi diterapkan warga, karena mereka tidak berjaga jarak satu sama lain. Sejumlah video yang diunggah di media sosial juga memperjelas kondisi antrean vaksinasi di Gradhika Bhakti Praja tak mengindahkan jaga jarak.

BERITA TERKAIT:
Pemprov Jateng Tak Siap, Vaksinasi Gratis Malah Timbulkan Kerumunan
Hasil Survei Parameter Politik, Elektabilitas PDIP dan Gerindra Masih Tertinggi
Hari Lahir Pancasila, Gerindra Ziarah ke Makam Soekarno
Elite PDIP Usul Puan-Anies di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Gerindra
Dukung SIM C Dibagi Tiga Jenis, Gerindra: Harusnya Sejak Lama
Ini Tujuh Pasal Perjanjian Batu Tulis Mega-Prabowo
Beredar Isu Prabowo Nyapres 2024, Ini Kata Gerindra

Hal itu menjadi sorotan anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. “Jangan sampai ada klaster Covid 19 di vaksinasi. Kalau tak mengindahkan prokes, tak jaga jarak, ya berbahaya itu. Bisa saling menularkan virus,” kata Yudi, dalam rilisnya yang diterima KUASAKATACOM, Rabu (9/6/2021).

Melihat kondisi itu, Yudi mengatakan Pemprov Jateng gencar melakukan sosialisasi soal vaksinasi gratis namun tak siap dengan konsekensinya. Hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah petugas yang mengatur warga, selain itu petugas juga tak siap dengan membeludaknya kedatangan warga.

Bahkan, Gubernur Ganjar Pranowo yang masih mengenakan baju gowes dan menenteng sepeda juga mesti ikut turun tangan mengatur kerumunan warga yang akan mengikuti vaksinasi. Hal itu justru menunjukkan ketidaksiapan pemprov dalam mengantisipasi kedatangan warga.

"Untuk itu, ada sejumlah catatan yang disampaikan. Pertama, lokasi vaksinasi sebaiknya tidak terpusat dengan tujuan memecah kerumunan. Vaksinasi bisa saja dilaksanakan di PRPP yang lebih luas, rumah sakit pemerintah, unit kesehatan masyarakat, hingga kantor-kantor pemerintahan di tingkat desa. Dengan demikian tak akan terjadi kerumunan," ucapnya.

Kedua, kata Yudi, petugas mesti siap dengan kedatangan warga. Setiap warga yang datang mesti diatur posisinya dengan menerapkan protokol kesehatan. “Kalau lokasi vaksinasi dipecah dan tidak satu titik saja, maka lebih aman,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.

Sementara itu, Pemprov Jateng sendiri sudah gencar melakukan sosialisasi soal vaksinasi gratis ini. Dalam flyer yang tersebar disebutkan, Pemprov melayani vaksinasi untuk masyarakat umum dan pelayanan publik. Pelaksanaanya dimulai 8 Juni 2021 hingga Desember 2021. Yakni setiap hari Senin– Jumat pukul 07.00– 14.00. Vaksinasi gratis ini dengan prioritas usia 50 tahun ke atas. 


tags: #gerindra #dprd jateng #protokol kesehatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI