Ilustrasi ibadah haji, Gambar: Istimewa

Ilustrasi ibadah haji, Gambar: Istimewa

Batal Berangkat, 12 Calon Haji Bisa Cairkan Ongkos Pemberangkatan

Tiga orang batal karena meninggal dunia.

Kamis, 10 Juni 2021 | 07:59 WIB - Ekonomi
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Boyolali - Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyebut ada 12 jamaah calon haji di daerahnya yang membatalkan diri berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Fahrudin mengatakan, bahwa jumlah jamaah calon haji Kabupaten Boyolali yang tertunda keberangkatannya pada 2021 ini, ada 735 orang.

Fahrudin menjelaskan dari jumlah tersebut, ada dua orang yang mundur karena faktor ekonomi, tiga orang batal karena meninggal dunia, dan tujuh orang pelimpahan karena calon haji meninggal kemudian dialihkan kepada ahli warisnya. Sehingga, secara keseluruhan ada 12 orang yang batal berangkat.

BERITA TERKAIT:
Batal Berangkat, 12 Calon Haji Bisa Cairkan Ongkos Pemberangkatan
Syawalan, Warga Lereng Merapi Arak Sapi
Waduk Kedungombo Boyolali Masih Ditutup
Bupati M Said, Harapkan Dukungan Masyarakat dalam Membangun Boyolali Lebih Baik
91 Persen Pasien Corona di Boyolali Sembuh
Pria di Boyolali Cabuli Dua Bocah di Bawah Umur
Vaksinasi Capai 77,26 Persen, Boyolali Rangking Empat di Jateng

Ia menjelaskan Fahrudin untuk yang meninggal dunia uang biaya ibadah haji bisa diambil, untuk yang pelimpahan dapat diganti oleh ahli warisnya, kemudian karena faktor ekonomi mundur total juga bisa diambil, dan sudah tidak ada lagi sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat).

Dia menjelaskan mengenai prosedur pengambilan uang biaya ibadah haji bagi jamaah calon haji harus mengajukan surat permohonan yang akan disampaikan ke kantor wilayah (Kanwil) Kemenag kemudian dilanjutkan ke pusat.

Menurut dia, jika nanti uang yang diambil uang pelunasan, maka jamaah calon haji masih berkesempatan untuk berada di Siskohat dan ke depan bisa melunasi lagi.

"Cara pengambilan di bank rekening atas nama ahli waris. Yang mengetahui pemilik rekening kami hanya proses pengajuan ke pusat. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) langsung mentransfer ke rekening yang bersangkutan. Uang utuh tanpa potongan," bebernya.

Namun, lanjut dia, jika yang diambil uang muka pendaftaran, maka dianggap mundur sebagai jamaah calon haji. Pihaknya mengimbau seluruh calon jamaah haji di Kabupaten Boyolali untuk bersabar.

"Saya berharap kepada jamaah calon haji di Kabupaten Boyolali untuk bersabar, dan tidak terlalu mengkonsumsi berita-berita hoaks. Konsumsilah berita dari pemerintah," tukasnya.

Sementara Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, telah mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia tidak akan memberangkatkan ibadah haji 1442 H/2021 M, pada Kamis (3/6).
 


tags: #kabupaten boyolali #calon haji

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI