Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi B2P2VRP Salatiga, Rabu (9/6) (Foto: Humas Jateng).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi B2P2VRP Salatiga, Rabu (9/6) (Foto: Humas Jateng).

Ganjar Dorong B2P2VRP Salatiga Jadi Pusat Tes Genome Squencing di Jateng

B2P2VRP Salatiga merupakan salah satu tempat tes PCR terbesar di Jateng.

Kamis, 10 Juni 2021 | 08:18 WIB - Olahraga
Penulis: Holy . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Salatiga - Gubernur Jawa Tengah Ganjar-pranowo'>Ganjar Pranowo mendorong Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga menjadi pusat tes genome squencing di Jateng. Sebab selama ini, pengetesan untuk mengetahui jenis varian baru Covid-19 di Jateng masih mengandalkan Jakarta dan Jogja.

Ganjar menegaskan, sebenarnya secara infrastruktur dan sumber daya manusia, tempat itu siap digunakan sebagai pusat tes genome squencing.

"Saya kira penting tempat ini dijadikan pusat genome squencing. Maka nanti saya akan koordinasi dengan pak Menteri Kesehatan untuk membantu peralatan baru di tempat ini," kata Ganjar, saat mengunjungi B2P2VRP Salatiga, pasa Rabu (9/6).

BERITA TERKAIT:
Ganjar Perintahkan Para Kepala Daerah Tambah Kapasitas Tempat Tidur dan RS Pasien Corona
Jokowi Ulang Tahun, Ganjar Turut Beri Ucapan
Ganjar Perintahkan Kepala Daerah Terapkan Mikro Lockdown
Ganjar Ajak Penyintas Covid-19 Sosialisasi Corona dan Prokes Lewat Vlog
Rumah Sakit Amino Gondohutomo Tambah Tempat Tidur ICU untuk Covid-19
Keterisian Tempat Isolasi Pasien Corona di RSDC Kendal Capai 90 Persen
Pelaku UMKM di Jateng Dituntut Melek Digital

Sebenarnya lanjut Ganjar, B2P2VRP sudah memiliki alat sejenis untuk tes genome squencing. Tapi alatnya masih alat lama dan belum bisa menyelesaikan secara holistik, cara kerjanya masih parsial. Jadi butuh waktu banyak untuk pengetesan.

"Makanya kami harap bisa diselesaikan di sini, sehingga ndak harus dikirim ke Jakarta atau ke UGM (Jogja). Tenaganya di tempat ini profesional," jelasnya.

B2P2VRP Salatiga lanjut Ganjar merupakan salah satu tempat tes PCR terbesar di Jateng. Dalam sehari, tempat itu bisa menyelesaikan 600 hingga 700 sampel PCR.

"Bahkan pada waktu-waktu tertentu, bisa mencapai 900. Jadi tenaga dan infrastrukturnya disini lengkap kalau ditambah dengan alat tes genome squencing," ungkapnya.

Keberadaan pusat pengecekan varian baru Covid-19 di Jateng itu, kata dia, sangat mendesak. Pasalnya, dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Jateng, maka perlu diketahui apakah ada varian baru atau tidak.

"Ini perlu kita ketahui, apalagi tadi di RS Paru Ario Wirawan saya mendapat laporan, ada usia 24 tahun, positif Covid-19 tanpa komorbid dan meninggal dunia. Ini kan perlu diketahui ada apa, ini jenis penyakit apa, sebahaya apa. Ini yang coba kita petakan. Mudah-mudahan ini terealisasi, sehingga treatmen kita nanti tidak keliru," tandas Ganjar.

Sementara itu, Kepala B2P2VRP Joko Waluyo menyatakan pihaknya siap dijadikan pusat pengetesan varian baru Covid-19 di Jateng.

"Kami siap, semuanya siap. Hanya memang kurang alatnya. Sebenarnya kami punya, tapi perlu dilengkapi dengan whole genome squencing. Alat kita sekarang ini masih parsial, jadi perlu nyambung-nyambung dan pengetesan memakan waktu lama," ujarnya.


tags: #ganjar pranowo #salatiga #ganjar #b2p2vrp

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI