Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Pasien Covid-19 di Demak Meninggal Usai Paksa Pulang dari RS

Keluarga almarhum diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. 

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:49 WIB - Kesehatan
Penulis: Fauzi . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Demak - Seorang pasien Covid-19 inisial B (57) asal Desa Sari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meninggal dunia usai dijemput paksa oleh keluarga dari Rumah Sakit Islam NU Demak pada Senin (7/6/2021) lalu.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Gajah, pasien tersebut mengalami gejala pilek, batuk, dan panas sehingga harus dilarikan ke RSI NU Demak sejak Selasa (1/6/2021). Setelah dilakukan swab, yang bersangkutan menunjukkan hasil positif Covid-19.

Kodim 0716/Demak dalam rilisnya menerangkan bahwa B telah menjalani perawatan hampir seminggu hingga akhirnya meminta pulang pada Selasa (7/6) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Walaupun mulanya pihak rumah sakit melarang, akhirnya pasien diperbolehkan pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang ke rumah, pasien meninggal dunia sekitar pukul 18.30 WIB.

BERITA TERKAIT:
Bupati Demak: Hampir 40 Persen ASN Positif Covid-19
Tenggelam di Sungai Tuntang Demak, Pemuda Ini Ditemukan Meninggal
Seorang Remaja Dilaporkan Hanyut di Sungai Demak
Warga Demak Pilih Isoman di Rumah, Ganjar; Pantau Ketat!
Ganjar Perintahkan Pemkab Demak Sosialisasi Prokes Lewat Masjid
Jenazah Covid-19 di Demak Dimakamkan Tanpa Prokes
Pemilik Tambak Terdampak Tol Semarang-Demak Tuntut Penyelesaian Ganti Rugi

Terkait hal itu, Babinsa Surodadi, Kecamatan Gajah, Koptu Joko Mulyono membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, saat kejadian, dirinya sendiri ikut mengawal adanya kejadian tersebut.

"Pada saat itu saya piket, kebetulan saya ditelepon oleh Danramil, bahwa ada kejadian pasien rawat inap di RSI NU Demak, dan dia (B) dibawa pulang paksa, setelah nyampai di rumah meninggal," tuturnya, Rabu (9/6/2021).

Setelah B meninggal, kata dia, anak pasien tersebut melaporkan kondisi ayahnya ke bidan kecamatan. Kemudian, pasukan khusus pemakaman (Paskuman) dan pihak rumah sakit memandikan dan memakamkan jenazah pasien sesuai protokol Covid-19.

Lebih lanjut, ia mengaku sempat memediasi pihak keluarga yang sempat tak mengizinkan jenazah pasien dimakamkan sesuai standar Covid-19. "Kita kasih pemahaman dan mereka menerima, dengan mengabulkan beberapa permintaan keluarga." jelasnya.

Mulyono memaparkan, pihak keluarha meminta pemandian jenazah dilakukan dengan sempurna, dari ujung kepala sampai kaki. Selain itu, kata dia, keluarga juga meminta agar diizinkan untuk melihat langsung proses pemandiannnya.

"(Keluarga minta) saat jenazah dimasukkan ke peti sudah menghadap ke utara. Setelah itu dini hari baru kita lakukan proses pemakaman," sambungnya.

Mulyono menambahkan, pihaknya bakal melakukan tracing sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19. "Iya, pasti di-tracing untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Covid-19," imbuhnya.

Mulyono berpesan kepada keluarga agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. 


tags: #demak #pasien #covid-19 #meninggal

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI