Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri. Foto istimewa.

Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri. Foto istimewa.

Ketua DPP PDIP, Jelaskan Alasan Megawati Layak Sandang Gelar Profesor Kehormatan

Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis.

Kamis, 10 Juni 2021 | 11:37 WIB - Ragam
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

KUASAKATACOM, Jakarta- Ada tiga alasan yang membuat Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri diusulkan dianugerahi gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan RI). Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, Kamis (10/9/2021), saat mengungkapkan kronologi usulan pemberian gelar itu.

Pembahasan tiga alasan itu berawal pada November 2020. Saat itu beberapa guru besar di Jakarta bersama dengan dirinya dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membahas usulan pemberian gelar profesor kehormatan tersebut. "Para guru besar tersebut kemudian bertindak sebagai promotor," ujar Rokhmin dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Para guru besar itu, menurut Rokhmin menyampaikan gagasan dan usulan agar Unhan menganugerahkan Profesor Kehormatan (guru besar Tidak Tetap) kepada Megawati. Setelah usulan tersebut disetujui oleh sidang Senat guru besar Unhan. 

BERITA TERKAIT:
Peringati Bulan Bung Karno, DPC PDIP Purbalingga Gelar Sejumlah Kegiatan
Utut: Tidak Masalah Kalau Ada Yang Mencapreskan Ibu Mega
Hendi: Kader PDI Perjuangan Harus Teladani Bung Karno
Utut Minta Kader PDIP Jateng Jadi Pelopor Wilayah Lain
Ketua DPP PDIP, Jelaskan Alasan Megawati Layak Sandang Gelar Profesor Kehormatan
Haul Sewindu, Dian Kristiandi Minta Pemikiran Taufiq Kiemas Diteladani
Survei Parameter: Faktor Ketokohan Dominasi Motif Memilih Partai

Alasan pertama, Megawati dianggap memiliki dan menguasai tacit knowledge tentang ilmu pertahanan, khususnya bidang kepemimpinan strategis. Para guru besar tersebut menilai kualitas itu sudah diaplikasikan dalam berbagai peran publik, yakni saat Megawati menjabat tiga periode anggota DPR pada 1984-1999. Lalu saat menjabat wakil presiden dari 1999 hingga 2001, dan saat menjadi presiden dari 2001 hingga 2004.

"Plus saat menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan sejak 1999 hingga saat ini. Tacit knowledge ini bila diajarkan dan dibukukan bisa menjadi explicit or empirical knowledge, yang sangat berguna bagi peradaban manusia. Begitu pemikiran para guru besar," jelas Rokhmin.

Rokhmin menyatakan untuk alasan kedua, Megawati dinilai telah memenuhi semua persyaratan akademis maupun administratif untuk diangkat sebagai profesor kehormatan di Unhan. 

Rokhmin menyebutkan semua persyaratan itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 40 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/guru besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi dan sejalan dengan Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri.

Untuk alasan terakhir atau yang ketiga, disampaikan Rokhmin, penganugerahan profesor kehormatan ini diharapkan menjadi contoh teladan. 

Rokhmin menambahkan, kiprah Megawati dinilai para guru besar itu dapat menjadi motivasi bagi generasi muda penerus bangsa. "Sehingga generasi muda menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan bangsa. Tak ada yang salah dengan niatan itu, bukan?" lanjutnya.

Tiga alasan itu, kata Rokhmin, kemudian disampaikan kepada Megawati Soekarnoputri. "Saat itu disampaikan tiga alasan," kata Rokhmin. Setalah mendengarkan aspirasi para guru besar itu, Megawati kemudian meresponsnya dengan sebuah apresiasi sekaligus penugasan.

Rokhmin mengaku, Ia dan Hasto kemudian diminta Megawati untuk mengecek secara serius aspirasi tersebut. "Ibu Megawati meminta kepada kami berdua untuk mengecek dan mengevaluasi secara serius dengan Rektor dan Senat guru besar Unhan tentang apakah penganugerahan profesor kehormatan kepada beliau telah dipertimbangkan matang. Jangan sampai ada hal yang tidak sesuai dengan substansi pemahaman terhadap tacit knowledge, dan juga memenuhi seluruh mekanisme dan ketentuan yang ada. Demikian Ibu Megawati menugaskan Pak Hasto dan saya," terangnya.

Rokhmin dan Hasto kemudian memaparkan secara khusus tentang kepemimpinan Megawati di hadapan Rektor Unhan, hal itu dilakukan guna meyakinkan kesungguhan agar memenuhi ketentuan akademis.

Setelah itu, kata mantan Menteri Kelautan tersebut, politikus PDIP yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah ikut terlibat. Bersama Hasto dan Basarah, Rokhmin mengajak Rektor Unhan dan tim senat guru besar kampus milik pemerintah itu secara intens memenuhi satu demi satu persyaratan. Tujuannya demi memastikan terpenuhinya semua persyaratan penganugerahan profesor kehormatan kepada Megawati.

"Dan di tengah perjalanan proses tersebut, sejumlah profesor dari dalam dan luar negeri memberikan endorsement untuk Ibu Megawati," imbuhnya.

"Sesuai ketentuan Unhan, harus dituliskan praktik kepemimpinan strategis ketika menangani krisis multidimensi pada 2001-2004, lalu monograph sebanyak 10 buku dihasilkan. Semua berangkat dari pemikiran Ibu Megawati," pungkasnya.


tags: #pdi perjuangan #megawati # profesor kehormatan #guru besar

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI